
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Inisiatif Pemekaran Kabupaten Bogor yang Terus Berjalan
Meski moratorium pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) belum dicabut oleh pemerintah pusat, upaya untuk memekarkan Kabupaten Bogor menjadi tiga daerah masih berlangsung. Setelah terhenti selama 20 tahun, kini Rudy Susmanto dan Ade Ruhandi sebagai bupati dan wakil bupati (wabup) Bogor memberikan dukungan kuat terhadap inisiatif tersebut.
Pemekaran ini telah diusulkan sejak 2004 lalu, dengan rencana membentuk dua daerah baru, yaitu Kabupaten Bogor Barat dan Kabupaten Bogor Timur. Usulan ini sudah disampaikan kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) oleh Yusfitriadi, yang akrab dipanggil Kang Yus. Menurutnya, dari perspektif kajian ilmiah dan kelayakan, pemekaran bisa dilakukan. Hanya saja, moratorium yang berlaku saat ini menjadi penghalang utama. Namun, ia percaya bahwa langkah strategis ini masih bisa dilakukan dengan pendekatan yang tepat.
”Oleh karena itu, harus terus diikhtiarkan dengan kuat dan secara kolektif oleh semua elemen masyarakat Kabupaten Bogor agar pemekaran daerah di Kabupaten Bogor segera bisa terwujud,” ujarnya.
Dukungan Bupati dan Wakil Bupati
Menurut Kang Mus, dukungan yang diberikan oleh bupati dan wabup Bogor sangat penting dalam proses pemekaran. Ia memberikan apresiasi atas dukungan tersebut, terlebih karena sudah dideklarasikan melalui visi dan misi pasangan calon. Rudy dan Ade juga menunjukkan komitmen dengan menjalankan berbagai program yang mendukung pemekaran.
”Pasangan bupati dan wakil bupati, Rudy Susmanto dan Ade Ruhandi, hanya dalam kurun waktu 10 bulan sejak menjabat sudah melakukan program-program konkrit dalam mendorong pemekaran Kabupaten Bogor Barat dan Kabupaten Bogor Timur,” jelasnya.
Anggaran dan Program Pendukung
Beberapa program telah dijalankan untuk mendukung pemekaran. Contohnya, anggaran sebesar Rp 50 miliar dialokasikan pada 2025 untuk pembebasan lahan lingkar Rancabungur sampai Leuwiliang. Selanjutnya, dana sebesar Rp 300 miliar digelontorkan untuk pembangunan infrastruktur di Bogor Barat dan Bogor Timur pada 2026. Penyiapan Sumber Daya Manusia (SDM) juga dilakukan melalui program satu sarjana satu desa.
”Sehingga harapannya tidak hanya terjadi pemekaran wilayah di Kabupaten Bogor, namun sudah menyiapkan Sumber Daya Manusia untuk keberlangsungan kualitas daerah hasil pemekaran,” tambah Kang Mus.
Pembangunan Infrastruktur dan Perencanaan
Selain itu, pembangunan jalan juga telah dilakukan. Seperti di wilayah barat menuju selatan, dari kawasan Nirmala sampai Tamansari. Lokasi kantor pemerintahan Kabupaten Bogor Barat juga sudah ditentukan. Pengembangan tata ruang berkaitan dengan tata kota dan tata wilayah juga sudah berjalan.
Demikian pula dengan wilayah Bogor Timur yang juga masuk dalam perencanaan pemekaran. Penyusunan perencanaan dan pengembangan tatakota dilakukan oleh Bappedalitbang bekerja sama dengan lembaga professional. Pemkab Bogor bahkan sudah meminta lahan Perhutani untuk menjadi kantor pemerintahan.
”Langkah konkret yang berani juga dilakukan oleh Bupati Rudy Susmanto dalam memastikan ketersediaan tanah untuk dipergunakan kantor pemerintahan,” ujarnya.
Komentar
Kirim Komentar