Dorong Ekonomi Rakyat, Utusan Khusus Presiden KolaborASI Dengan Kemenkop dan Muhammadiyah

Dorong Ekonomi Rakyat, Utusan Khusus Presiden KolaborASI Dengan Kemenkop dan Muhammadiyah

Sektor ekonomi menghadapi dinamika baru hari ini. Kabar mengenai Dorong Ekonomi Rakyat, Utusan Khusus Presiden KolaborASI Dengan Kemenkop dan Muhammadiyah menjadi informasi krusial bagi para pelaku pasar. Berikut rinciannya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Program Ekonomi Kerakyatan Berbasis Masjid

Di tengah dinamika ekonomi yang terus berkembang, pemerintah melalui kantor Utusan Khusus Presiden Bidang Ekonomi dan Perbankan menggulirkan inisiatif strategis untuk mendorong penguatan ekonomi masyarakat. Program ini dikenal dengan nama Program Ekonomi Kerakyatan Berbasis Masjid, yang bertujuan untuk memperkuat perekonomian rakyat melalui jaringan masjid di seluruh Indonesia.

Program ini bekerja sama dengan Kementerian Koperasi RI dan Majelis Tabligh Muhammadiyah. Dengan menggandeng berbagai lembaga dan organisasi, Utusan Khusus Presiden Bidang Ekonomi dan Perbankan, Setiawan Ichlas, menekankan pentingnya kebijakan ekonomi yang inklusif, berkeadilan, dan berpihak pada penguatan ekonomi rakyat.

Tujuan dan Target Program

Program ini menyasar sekitar 12.000 jaringan masjid Muhammadiyah di seluruh Indonesia. Dalam kerangka program ini, Utusan Khusus Presiden akan bertindak sebagai katalisator yang menghubungkan perbankan dengan koperasi serta unit usaha yang dikelola oleh masjid. Hal ini bertujuan untuk memperkuat ekonomi kerakyatan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dalam acara Refleksi Ekonomi dan Doa Bersama Menjelang Tahun Baru 2026 di Lemdiklat Polri, Jakarta Selatan, Setiawan Ichlas menjelaskan bahwa langkah ini menjadi bagian dari strategi menghadapi dinamika ekonomi nasional dan global di tahun 2026.

Kerja Sama dan MoU

Acara tersebut juga dilengkapi dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Utusan Khusus Presiden Bidang Ekonomi dan Perbankan dengan Kementerian Koperasi dan UKM. Kerja sama ini difokuskan pada penguatan program koperasi dan pengembangan ekonomi kerakyatan sebagai salah satu pilar pembangunan ekonomi nasional ke depan.

Selain itu, acara ini dirangkaikan dengan peluncuran Buku Refleksi Akhir Tahun 2025 Ekonomi dan Perbankan. Buku ini berisi uraian pelaksanaan tugas Utusan Khusus Presiden selama setahun terakhir, laporan kondisi ekonomi nasional dan global, serta rekomendasi strategis program kerja untuk tahun mendatang.

Harapan dan Visi Masa Depan

Setiawan Ichlas menyampaikan bahwa acara ini menjadi tonggak sejarah dalam kerja sama untuk memperkuat ekonomi kerakyatan. Ia berharap, kegiatan ini menjadi langkah untuk memperteguh langkah masyarakat dalam kemandirian ekonomi.

Beberapa tokoh nasional dan pejabat penting turut hadir dalam acara tersebut, seperti Menteri Koperasi Indonesia Ferry Juliantono, Ustadz Adi Hidayat, serta Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah Ustadz Fathurrahman Kamal.

Peran Koperasi dalam Ekonomi Nasional

Menurut Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono, penandatanganan MoU ini menjadi tonggak penting untuk menjalankan amanat Presiden Prabowo agar koperasi dapat mengejar ketertinggalan dengan BUMN dan swasta. Ia menekankan bahwa koperasi harus bisa menjadi soko guru ekonomi kembali. Untuk itu, pihaknya akan terus melakukan transformasi kelembagaan dan digitalisasi koperasi.

Ferry juga menyebutkan bahwa koperasi tidak hanya bergerak di bidang konsumsi, tetapi juga bisa berkembang ke bidang produksi dan perkreditan rakyat sebagai lembaga keuangan mikro. Ia menambahkan bahwa koperasi pembiayaan syariah bisa membantu masyarakat agar tidak terjebak dalam pinjaman ilegal atau bank emok.

Peran Masjid dalam Pembangunan Ekonomi

Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah Ustadz Fathurrahman Kamal menekankan bahwa masjid tidak boleh hanya menjadi pusat ritual. Ia menilai, masjid juga harus menjadi pusat gerakan ilmu, dakwah, dan kesejahteraan umat.

Dengan jaringan masjid yang luas, aset dan sumber daya yang besar, Fathurrahman Kamal menyatakan bahwa pihaknya sudah menyiapkan kerangka kerja pengembangan ekonomi berbasis masjid.

Komponen Utama Program

Beberapa komponen utama dalam program ini antara lain:

  • Lembaga Bisnis Masjid (BMT, Koperasi)
  • Pendidikan dan pelatihan kewirausahaan
  • Pengembangan unit usaha masjid (ritel dan jasa)
  • Pengembangan UMKM berbasis masjid
  • Penguatan manajemen zakat dan wakaf produktif

Kesimpulan: Semoga informasi mengenai Dorong Ekonomi Rakyat, Utusan Khusus Presiden KolaborASI Dengan Kemenkop dan Muhammadiyah ini bermanfaat bagi keputusan bisnis Anda. Salam sukses dan pantau terus perkembangan pasar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar