Dinkes KSB Kekurangan 17 Dokter untuk Tingkatkan Pelayanan Puskesmas

Dinkes KSB Kekurangan 17 Dokter untuk Tingkatkan Pelayanan Puskesmas

Dunia medis kali ini membahas topik yang penting bagi kita. Terkait Dinkes KSB Kekurangan 17 Dokter untuk Tingkatkan Pelayanan Puskesmas, banyak hal penting yang perlu Anda ketahui. Simak penjelasannya.
Dinkes KSB Kekurangan 17 Dokter untuk Tingkatkan Pelayanan Puskesmas

Kebutuhan Dokter di Puskesmas Sumbawa Barat

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) masih menghadapi tantangan dalam memenuhi kebutuhan tenaga dokter di setiap Puskesmas. Hal ini menjadi fokus utama agar pelayanan kesehatan dapat berjalan secara optimal dan mampu memberikan layanan yang maksimal kepada masyarakat.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Kepala Dinkes KSB, dr. Carlof, menyampaikan bahwa saat ini pihaknya sedang berupaya meningkatkan kualitas layanan di Puskesmas. Salah satu fokus utamanya adalah memastikan pelayanan IGD (Instalasi Gawat Darurat) dan Tim Reaksi Cepat (TRC) Ambulans berjalan dengan baik. Menurutnya, keinginan Bupati untuk memastikan pelayanan di Puskesmas selevel dengan rumah sakit umum daerah (RSUD) harus diwujudkan melalui penambahan tenaga dokter.

"Keinginan pak Bupati seperti TRC ini harus maksimal dan IGD di setiap Puskesmas sama pelayanannya dengan di RSUD, maka dari itu kita harus melengkapi tenaga dokter," ujarnya saat ditemui pada Rabu (24/9/2025).

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Dinkes KSB telah menyiapkan anggaran untuk membuka rekrutmen terbuka bagi tenaga dokter yang akan ditempatkan di setiap Puskesmas. Saat ini, beberapa posisi dokter sudah terisi, termasuk dokter gigi yang ditempatkan di Tong dan Sekongkang, serta dokter umum yang juga ditempatkan di Tong.

"Penambahan ini kita lakukan sambil jalan untuk melengkapi harapan pak Bupati," tambahnya.

Pemerintah KSB juga memiliki rencana jangka panjang untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan selama lima tahun ke depan. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah menyekolahkan sumber daya manusia (SDM) lokal untuk mengambil pendidikan kedokteran. Rencana ini dinilai sangat penting untuk membangun SDM yang kompeten dan mampu menjaga kualitas layanan kesehatan di wilayah tersebut.

Namun, menurut Carlof, tidak hanya SDM lokal yang dibutuhkan. Pihaknya juga memerlukan tenaga dokter dari luar daerah untuk mengisi posisi di BLUD Puskesmas. Hal ini akan dilakukan melalui proses perekrutan CPNS maupun PPPK.

Carlof menjelaskan bahwa saat ini kebutuhan dokter di KSB mencapai sekitar 20 orang untuk mengisi setiap Puskesmas. Namun, hingga saat ini, pihaknya baru berhasil merekrut tiga dokter. Artinya, masih ada 17 dokter yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

"Tapi kan yang sudah kita isi itu ada tiga dokter jadi kekurangan kita tinggal 17 orang dokter," tutupnya.

Kesimpulan: Semoga informasi ini berguna bagi kesehatan Anda dan keluarga. Utamakan kesehatan dengan pola hidup yang baik.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar