Dilarang Sementara, Jepang Tetap Ekspor Seafood ke Tiongkok

Dilarang Sementara, Jepang Tetap Ekspor Seafood ke Tiongkok

Media sosial sedang ramai membicarakan topik ini. Banyak netizen yang penasaran kebenaran di balik Dilarang Sementara, Jepang Tetap Ekspor Seafood ke Tiongkok. Berikut fakta yang berhasil kami kumpulkan.
Dilarang Sementara, Jepang Tetap Ekspor Seafood ke Tiongkok

Pembukaan Kembali Ekspor Seafood Jepang ke China

Pembukaan kembali ekspor produk seafood dari Jepang ke China menjadi langkah penting dalam memperbaiki hubungan perdagangan antara dua negara tersebut. Setelah hampir dua tahun larangan impor, Beijing akhirnya mencabut pembatasan tersebut, yang sebelumnya diberlakukan karena kontroversi terkait pelepasan air limbah radioaktif dari pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima Daiichi.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Pengiriman Pertama Scallop Beiku dari Hokkaido

Pengiriman pertama setelah pencabutan larangan tersebut adalah enam ton scallop beku dari Pulau Hokkaido, yang dikirim pada hari Kamis (5/11/2025). Informasi ini disampaikan oleh Minoru Kihara, Sekretaris Kabinet Jepang, dalam konferensi pers pada Jumat (7/11/2025). Ia menyambut positif perkembangan ini sebagai tanda pemulihan hubungan dagang di sektor kelautan antara Jepang dan China.

Kiriman ini merupakan bagian dari kesepakatan antara kedua negara mengenai protokol pengawasan ketat untuk memastikan keamanan produk seafood yang diekspor ke China. Hal ini menunjukkan bahwa Jepang berkomitmen untuk menjaga standar kualitas dan keamanan produk yang mereka ekspor.

Alasan Larangan Impor Seafood dari Jepang oleh China

Larangan impor seafood dari Jepang diberlakukan oleh China pada Agustus 2023 sebagai respons terhadap pelepasan air limbah nuklir hasil pengolahan dari pembangkit Fukushima Daiichi ke Samudra Pasifik. Pembangkit tersebut mengalami kerusakan berat akibat gempa bumi dan tsunami pada 2011, yang menyebabkan kebocoran limbah radioaktif.

Meskipun Jepang menyatakan bahwa pelepasan air limbah tersebut aman dan telah mendapat verifikasi serta dukungan dari Badan Energi Atom Internasional (IAEA), China tetap khawatir akan risiko kontaminasi. Oleh karena itu, mereka melarang impor seafood dari Jepang sebagai langkah pencegahan.

Larangan Impor Masih Berlaku untuk Fukushima dan Sembilan Provinsi Lainnya

Pada Juni 2025, Jepang dan China mencapai kesepakatan untuk mencabut larangan impor sebagian besar seafood Jepang dengan syarat fasilitas pengolahan ikan di Jepang harus terdaftar dan disertai sertifikat inspeksi untuk memastikan produk tanpa kontaminasi radioaktif.

Namun, meskipun sebagian besar provinsi Jepang diizinkan ekspor ke China, seafood dari Fukushima dan sembilan provinsi sekitar masih tetap dilarang diimpor oleh China. Jepang terus mendorong agar larangan tersebut segera dicabut sepenuhnya, termasuk larangan impor daging sapi Jepang yang telah berlangsung sejak 2001.

Upaya Pemulihan Hubungan Dagang

Kementerian Perdagangan Jepang terus berupaya untuk memperbaiki hubungan dagang dengan China, terutama dalam sektor kelautan. PM Fumio Kishida juga telah mengajak China untuk mengakhiri larangan impor seafood Jepang, yang dianggap sebagai hambatan bagi perdagangan bilateral.

Selain itu, beberapa studi menunjukkan bahwa sering mengonsumsi seafood dapat meningkatkan risiko terpapar zat kimia seperti PFAS, yang menjadi perhatian khusus bagi negara-negara yang mengimpor produk laut dari Jepang.


Kesimpulan: Bagaimana menurut Anda kejadian ini? Jangan lupa bagikan artikel ini agar teman-teman Anda tidak ketinggalan info viral ini.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar