
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Festival Musik Elektronik DWP 2025: Pesan Kemanusiaan di Tengah Pesta
Djakarta Warehouse Project (DWP) 2025 kembali memukau pengunjung dengan dentuman musik elektronik yang tak pernah berhenti. Acara yang digelar di Garuda Wisnu Kencana beberapa hari lalu menampilkan panggung megah dan tata cahaya yang spektakuler. Ribuan penonton dari berbagai negara berkumpul untuk menari dalam satu ritme, larut dalam festival musik internasional yang menghadirkan nuansa global.
Pada hari kedua acara, Sabtu, 13 Desember 2025, Dipha Barus menjadi sorotan utama saat tampil di Garuda Land Stage. Selain membawakan musik elektronik Indonesia, dia juga menyampaikan pesan-pesan penting yang terkait dengan isu kemanusiaan. Di akhir set-nya, tepat saat lagu ke-29 yang berjudul "All Good" dimainkan, layar raksasa berubah menjadi merah dan muncul tulisan sederhana namun menggugah yaitu "Pray for Sumatera".
"Pesan ini sengaja kami sajikan agar para penonton dapat membaca dan merasakan maknanya," kata Dipha Barus kepada media.
Membawa Pesan Kemanusiaan Melalui Musik
Sejak bencana banjir besar terjadi di Sumatera, Dipha Barus dan timnya mulai memikirkan bagaimana menggunakan panggung mereka untuk menyampaikan pesan yang lebih dalam. Visual "Pray for Sumatera" yang disajikan merupakan bentuk kesadaran akan kondisi yang sedang terjadi, terlebih karena penonton DWP berasal dari berbagai negara.
"Kami ingin memberi ruang bagi orang-orang yang peduli, sekaligus mengingatkan bahwa kita semua memiliki tanggung jawab bersama," tambahnya.
Pilihan DWP sebagai tempat penyampaian pesan bukan tanpa makna. Festival musik elektronik terbesar di Asia Tenggara ini hadir dengan audiens lintas budaya dan negara. Tanah kelahiran leluhur Dipha Barus, yakni Tanah Karo di Sumatera, menjadi inspirasi visual dan musikal yang menyatu dengan beat khasnya.
Bagi Dipha Barus, musik tidak hanya sekadar hiburan, tetapi juga jembatan emosional antara panggung megah dan duka yang terjadi jauh dari sana.
Kepedulian di Tengah Pesta
Meskipun DWP identik dengan have fun, kebebasan, dan perayaan, DJ asal Jakarta ini merasa bahwa pesan kemanusiaan perlu disampaikan. "Menurut saya, menyuarakan isu kemanusiaan sangat penting, apalagi semakin banyak orang yang bersikap cuek dan tidak peduli," ujarnya.
Ia berharap pemerintah Indonesia dapat menetapkan bencana di Sumatera sebagai bencana nasional. "Gue juga berharap pemerintah dapat melakukan hal itu agar bantuan bisa lebih cepat tersalurkan," tambahnya.
Aksi Kemanusiaan dari Penyelenggara
Selain Dipha Barus, Ismaya Live selaku penyelenggara DWP 2025 juga turut menyampaikan duka atas bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Sebagai bentuk dukungan, Ismaya Live akan menyisihkan sebagian hasil penjualan tiket DWP 2025 untuk membantu korban bencana.
"Hasil penjualan tiket akan kami sisihkan untuk membantu saudara-saudara kita di Pulau Sumatra," ujar Sarah Deshita, Program Director DWP25, dalam konferensi pers.
Langkah kecil ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang terkena dampak bencana. Dengan adanya aksi seperti ini, DWP 2025 tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga wadah untuk menyuarakan kepedulian dan solidaritas antar sesama.
Komentar
Kirim Komentar