
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Inovasi Chip Analog dari Tiongkok yang Membuka Era Baru dalam Komputasi
Sebuah inovasi teknologi baru telah muncul dari Tiongkok, di mana para peneliti berhasil mengembangkan chip analog yang mampu bekerja hingga 1.000 kali lebih cepat dibanding GPU kelas atas saat ini, termasuk produk-produk terbaru dari perusahaan seperti Nvidia dan AMD. Teknologi ini menawarkan potensi besar untuk mengubah cara kita memproses data dalam dunia komputasi modern.
Apa Itu Chip Analog?
Chip analog adalah jenis perangkat keras yang melakukan proses komputasi langsung melalui rangkaian fisiknya, tanpa bergantung pada sistem pemrosesan digital biner seperti prosesor dan GPU modern. Dalam kontras dengan pendekatan digital yang umum digunakan, chip analog dapat menjalankan tugas-tugas tertentu secara lebih efisien, terutama dalam pengolahan data yang kompleks dan berjumlah besar.
Penelitian tentang chip ini telah dipublikasikan dalam jurnal Nature Electronics, dan menyebutkan bahwa teknologi baru ini juga mampu mengatasi masalah lama dalam sistem komputasi analog, seperti akurasi rendah dan kesulitan dalam implementasi praktis selama ratusan tahun.
Keunggulan dalam Kecepatan dan Efisiensi Energi
Selain unggul dalam kecepatan, chip AI analog buatan ilmuwan Tiongkok ini juga disebut sangat efisien. Dalam riset mereka, para peneliti menjelaskan bahwa perangkat tersebut dapat mencapai presisi setara dengan prosesor digital, tetapi hanya menggunakan 1 persen energi dari konsumsi daya chip digital konvensional, seperti Nvidia H100.
Peningkatan efisiensi energi ini diperoleh karena chip memproses data langsung di dalam perangkat kerasnya, sehingga mengurangi kebutuhan transfer data dan konsumsi daya secara signifikan.
Desain Arsitektur Baru dan Teknologi RRAM
Chip ini dirancang menggunakan arsitektur baru dan memanfaatkan sel memori RRAM (Resistive Random-Access Memory) sebagai bagian dari sistem komputasinya. Berikut adalah beberapa teknis utama dari desain ini:
- Menggunakan susunan memori RRAM dengan arsitektur crossbar, yang memungkinkan pemrosesan matriks besar, seperti pembalikan matriks skala besar, langsung di ranah analog.
- Desain ini diklaim mampu mencapai presisi setara 24-bit fixed-point dalam komputasi analog, sesuatu yang selama ini menjadi kendala besar di teknologi komputasi analog.
- Dalam pengujian, untuk tugas tertentu seperti perhitungan matriks MIMO pada sistem nirkabel, chip ini mampu memberikan performa hingga 1.000 kali lebih cepat sekaligus menggunakan sekitar 100 kali lebih sedikit energi dibanding GPU digital tercanggih saat ini.
Mengatasi Von Neumann Bottleneck
Teknologi ini juga mengatasi von Neumann bottleneck, yaitu hambatan akibat perpindahan data antara memori dan prosesor. Dengan pendekatan baru terhadap arsitektur komputasi di level perangkat keras, chip ini menawarkan solusi yang lebih efisien dan cepat.
Relevansi dengan Tantangan Teknologi Masa Depan
Para ilmuwan menilai chip analog ini sangat relevan dengan tantangan teknologi masa depan, terutama untuk aplikasi yang membutuhkan pemrosesan data dalam jumlah besar, seperti kecerdasan buatan dan teknologi 6G. Dengan semakin banyaknya aplikasi yang memakai data dalam jumlah besar, hal ini menjadi tantangan bagi komputer digital tradisional, terlebih ketika skala perangkat semakin sulit dikembangkan.
Potensi Perubahan Lanskap Teknologi
Selama ini, Nvidia dan AMD mendominasi pasar komputasi AI dengan GPU berperforma tinggi. Jika chip analog buatan ilmuwan Tiongkok ini dapat diproduksi secara massal dan diadopsi luas, maka lanskap teknologi komputasi AI dapat mengalami perubahan drastis.
Namun, hingga saat ini belum ada informasi lebih lanjut mengenai jadwal produksi komersial atau rencana implementasi industri dari teknologi chip analog buatan Tiongkok ini.
Komentar
Kirim Komentar