BYD Kolaborasi dengan Mobil Luncurkan Oli Mesin PHEV Berbasis Teknologi DM-i

BYD Kolaborasi dengan Mobil Luncurkan Oli Mesin PHEV Berbasis Teknologi DM-i

Pasar smartphone kembali dihebohkan dengan kabar terbaru. Sorotan publik kali ini tertuju pada BYD Kolaborasi dengan Mobil Luncurkan Oli Mesin PHEV Berbasis Teknologi DM-i yang membawa inovasi baru. Berikut ulasan lengkapnya.
BYD Kolaborasi dengan Mobil Luncurkan Oli Mesin PHEV Berbasis Teknologi DM-i

Kolaborasi BYD dan Mobil Luncurkan Oli Mesin Khusus untuk Kendaraan Hybrid

BYD, perusahaan otomotif asal Tiongkok, mengumumkan kolaborasi dengan Mobil untuk meluncurkan seri oli mesin pertama di dunia yang dirancang khusus bagi kendaraan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV). Produk ini dikembangkan agar selaras dengan teknologi hybrid DM-i (Dual Mode) yang menjadi andalan kendaraan BYD.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Peluncuran oli mesin tersebut ditujukan untuk menjawab tantangan pelumasan pada mesin PHEV yang memiliki karakteristik operasi berbeda dibandingkan kendaraan bermesin bensin konvensional. Pada PHEV, mesin kerap bekerja dalam kondisi start-stop yang sering, durasi operasi singkat pada suhu rendah, serta penggunaan secara intermiten di bawah beban tinggi. Kondisi tersebut dinilai dapat meningkatkan risiko keausan mesin karena bantalan menerima beban tinggi secara mendadak saat perpindahan mode. Selain itu, penggunaan jarak pendek pada suhu rendah berpotensi menghasilkan uap air yang dapat memicu emulsifikasi oli, sehingga menuntut kualitas pelumas dengan stabilitas dan kebersihan yang lebih tinggi.

BYD dan Mobil mengklaim oli mesin unggulan kelas 0W-20 yang mereka kembangkan memiliki ketahanan aus hingga 50 persen lebih tinggi dibandingkan standar industri. Selain itu, stabilitas terhadap emulsifikasi disebut mencapai 2,5 kali lipat dari standar, sehingga dinilai mampu mengatasi masalah peningkatan uap air pada mesin hybrid saat digunakan dalam kondisi suhu rendah dan perjalanan singkat.

Strategi BYD dalam Pengembangan Kendaraan Listrik

Langkah ini sejalan dengan strategi BYD yang sejak Maret 2022 telah menghentikan produksi kendaraan berbahan bakar bensin dan sepenuhnya berfokus pada pengembangan kendaraan listrik baterai (BEV) dan PHEV. Portofolio kendaraan penumpang BYD mencakup seri Dynasty seperti Qin, Han, Tang, Song, dan Yuan, serta seri Ocean yang meliputi Dolphin, Seal, Sealion, dan Seagull. BYD juga memiliki sub-merek kelas atas, antara lain Denza, Yangwang, dan Fang Cheng Bao.

Kinerja Penjualan BYD pada 2025

Dari sisi penjualan, BYD mencatat kinerja positif sepanjang 2025. Pada periode Januari hingga November 2025, penjualan kumulatif di Tiongkok mencapai 4,182 juta unit, tumbuh 11,3 persen secara tahunan. Penjualan di luar China menembus lebih dari 910.000 unit, termasuk 159.869 unit di pasar Eropa atau meningkat 276 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Hingga akhir November 2025, penjualan kumulatif global kendaraan energi baru BYD tercatat mencapai 14,7 juta unit, memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain utama di industri kendaraan elektrifikasi dunia.

Inovasi Teknologi dan Pasar Global

Kolaborasi antara BYD dan Mobil menunjukkan komitmen kedua perusahaan untuk terus inovasi dan memenuhi kebutuhan pasar yang semakin kompleks. Dengan pengembangan oli mesin khusus untuk PHEV, BYD tidak hanya memperkuat daya saing produknya, tetapi juga memberikan solusi yang lebih efisien dan ramah lingkungan bagi pengguna kendaraan hybrid.

Dalam konteks global, tren pengembangan kendaraan listrik semakin pesat. Perusahaan-perusahaan otomotif besar seperti BYD terus berinovasi untuk menghadapi tantangan industri, baik dari segi teknologi maupun regulasi lingkungan. Dengan adanya inovasi seperti oli mesin khusus untuk PHEV, BYD menunjukkan bahwa ia tidak hanya fokus pada produksi kendaraan, tetapi juga pada seluruh ekosistem pendukung yang diperlukan untuk memastikan performa optimal dan keberlanjutan jangka panjang.

Kesimpulan: Bagaimana pendapat Anda mengenai teknologi ini? Apakah layak ditunggu? Tuliskan opini Anda di kolom komentar di bawah.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar