Bulog distribusikan beras SPHP ke Papua menjelang Nataru

Bulog distribusikan beras SPHP ke Papua menjelang Nataru

Kabar pemerintahan kembali hangat diperbincangkan. Mengenai Bulog distribusikan beras SPHP ke Papua menjelang Nataru, publik menunggu dampak dan realisasinya. Simak laporannya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Peran Bulog dalam Menjaga Stabilitas Harga Pangan di Wilayah Papua

Perusahaan Umum (Perum) Bulog telah melakukan distribusi beras dengan kualitas Standar Pangan Hemat Pangan (SPHP) ke empat wilayah di Papua. Tujuan dari pendistribusian ini adalah untuk menjaga stabilitas harga pangan, terutama menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.

Pemimpin Perum BULOG kantor wilayah Papua, Ahmad Mustari, menyampaikan bahwa pendistribusian beras SPHP dilakukan guna memenuhi kebutuhan masyarakat dan menghindari kenaikan harga yang tidak wajar. "Kami berupaya agar masyarakat dapat mengakses beras dengan harga yang terjangkau dan stabil," ujar Ahmad dalam keterangan tertulisnya pada Senin, 8 Desember 2025.

Wilayah yang Terdampak Distribusi

Beras SPHP yang didistribusikan kepada masyarakat disasar ke empat kabupaten di Papua, yaitu Pegunungan Bintang, Nduga, Yahukimo, dan Intan Jaya. Harga jual beras SPHP di wilayah-wilayah tersebut ditetapkan sebesar Rp 13.500 per kilogram.

Kabupaten Nduga

Untuk Kabupaten Nduga, Bulog telah mengirimkan sebanyak 1.250 kilogram beras melalui jalur udara. Selain itu, sebanyak 10.000 kilogram beras lainnya sedang dalam proses pengiriman melalui jalur sungai. Diperkirakan, beras tersebut akan tiba di wilayah tersebut antara tanggal 11 hingga 13 Desember 2025.

Kabupaten Yahukimo

Sementara itu, untuk Kabupaten Yahukimo, Bulog telah menyalurkan 2.000 kilogram beras via udara. Di sisi lain, sebanyak 20.000 kilogram beras juga sedang dalam proses pengiriman melalui jalur sungai. Proses pengiriman ini diperkirakan akan selesai pada periode yang sama, yaitu 11–13 Desember 2025.

Proses Distribusi yang Melibatkan Berbagai Pihak

Seluruh proses pendistribusian beras SPHP, baik melalui jalur udara, darat maupun sungai, dilakukan dengan melibatkan jajaran kepolisian. Hal ini bertujuan untuk memastikan kelancaran dan keamanan dalam pengiriman barang.

Adapun beras yang telah dikirimkan akan disimpan di gudang filial sementara. Penyimpanan ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan beras tetap terjaga dan siap digunakan sesuai kebutuhan masyarakat.

Upaya Menjaga Ketersediaan Pangan

Dengan pendistribusian yang dilakukan, Bulog berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam menjaga stabilitas harga pangan di wilayah Papua. Hal ini menjadi penting mengingat kondisi geografis daerah yang sering kali menyulitkan akses logistik.

Selain itu, langkah yang diambil oleh Bulog juga menunjukkan komitmen pemerintah dalam memastikan ketersediaan bahan pokok yang cukup bagi masyarakat, khususnya menjelang momen-momen penting seperti Natal dan Tahun Baru.

Dengan adanya pendistribusian beras SPHP ini, diharapkan masyarakat dapat merayakan liburan tanpa khawatir akan ketersediaan pangan.

Kesimpulan: Mari kita kawal terus perkembangan isu ini. Suarakan pendapat Anda dengan bijak di kolom komentar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar