Bukan Hanya Ibadah, Pertemuan Beragama di ICE BSD Dongkrak Ekonomi Lokal

Jagat maya sedang ramai membicarakan topik ini. Banyak netizen yang penasaran kebenaran di balik Bukan Hanya Ibadah, Pertemuan Beragama di ICE BSD Dongkrak Ekonomi Lokal. Berikut fakta yang berhasil kami kumpulkan.
Bukan Hanya Ibadah, Pertemuan Beragama di ICE BSD Dongkrak Ekonomi Lokal

Acara Ibadah Murni di Tangerang Menarik Ribuan Peserta

Kota Tangerang berhasil menyambut ribuan peserta di ICE BSD pada 12-14 Desember 2025 dan 26-28 Desember 2025 untuk sebuah acara internasional tiga hari yang diadakan oleh Saksi-Saksi Yehuwa dengan tema "Ibadah Murni". Acara ini menarik sekitar 30 ribu orang, termasuk penduduk lokal dan delegasi internasional. Kehadiran mereka memberikan dampak positif terhadap perekonomian kota.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Restoran-restoran setempat, hotel, serta usaha kecil menengah mengalami peningkatan jumlah pelanggan. Delegasi yang hadir berasal dari berbagai negara seperti Australia, Jepang, Malaysia, Myanmar, Belanda, Filipina, Taiwan, Thailand, Brazil, Kanada, Jerman, Swiss, Austria, Liechtenstein, Luksemburg, Kolombia, India, Italia, Sri Lanka, dan Amerika Serikat.

Dampak Ekonomi yang Signifikan

Kehadiran para delegasi internasional selama beberapa minggu di bulan Desember memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi wilayah Jakarta dan Tangerang. Tamu-tamu dari berbagai negara ini membelanjakan dana dalam jumlah besar untuk beragam kebutuhan mulai dari transportasi, kuliner, akomodasi hotel, hingga belanja dan wisata lokal. Total pengeluaran mereka diperkirakan mencapai USD 27 juta atau setara dengan 440 miliar rupiah.

"Angka ini mencerminkan kontribusi langsung Pertemuan Istimewa Saksi-Saksi Yehuwa terhadap perputaran ekonomi lokal, sekaligus menjadi stimulus penting bagi sektor-sektor usaha yang terdampak, termasuk industri perhotelan, restoran, pusat perbelanjaan, dan pelaku usaha kecil menengah," kata Ario Sulistiono, Juru Bicara Nasional untuk Saksi-Saksi Yehuwa.

Fokus pada Ibadah Murni

Tema acara tahun ini berfokus pada pengabdian yang sejati, iman, dan ibadah murni yang menyegarkan. "Dalam dunia yang penuh tantangan, ibadah yang murni adalah sesuatu yang bisa selalu kita andalkan seraya kita menantikan masa depan," kata Ario Sulistiono. "Banyak orang punya keinginan yang tulus untuk benar-benar mengabdi kepada Pencipta dan ingin memperkuat iman mereka. Acara tahun ini akan membahas bagaimana kita bisa mengutamakan ibadah yang sejati dalam kehidupan kita dan bagaimana itu bisa membantu kita punya harapan masa depan," sambungnya.

Acara Gratis dan Terbuka untuk Umum

Acaranya menampilkan khotbah-khotbah berdasarkan Alkitab, drama video, wawancara, dan pengalaman. Pertemuan ini gratis dan terbuka untuk umum. Acara tahunan berskala besar yang diadakan Saksi-Saksi Yehuwa menjadikan mereka sebagai salah satu organisasi yang mengadakan pertemuan terbesar di dunia.

Setiap beberapa tahun, organisasi tersebut memilih sejumlah lokasi bagi delegasi internasional untuk menghadiri acara seperti ini. Mereka yang hadir punya kesempatan spesial untuk bergaul, saling mengenal kebudayaan, dan ramah-tamah.

"Keluarga kami bisa bertemu Saksi-Saksi Yehuwa dari seluruh dunia dalam acara yang sangat istimewa ini. Kami sangat senang bisa bertemu teman-teman baru dan menikmati acara ini bersama-sama," kata Josafat, warga Jakarta. "Sepanjang tahun kami sangat menantikan acara ini. Menyaksikan berbagai budaya yang indah bersatu padu dan mendengarkan acara yang menguatkan iman adalah hal terbaik untuk seluruh keluarga kami," tambahnya.

Sejarah Saksi-Saksi Yehuwa di Indonesia

Di Indonesia, Saksi-Saksi Yehuwa sudah ada sejak 1931. Pertemuan internasional pertama mereka diadakan di kota Bandung pada tahun 1963 yang dihadiri oleh ratusan delegasi internasional. Pada tahun 2017, pertemuan internasional kedua berlangsung di Sentul International Convention Center (SICC), dengan jumlah hadirin lebih dari 18.000 orang dengan 2.000 delegasi internasional.

Acara tersebut juga disiarkan melalui streaming ke 11 lokasi lainnya di Indonesia dengan jumlah hadirin lebih dari 42.000 orang. Ada 14 kota di seluruh dunia yang dipilih untuk mengadakan pertemuan internasional Saksi-Saksi Yehuwa 2025, termasuk Indonesia yang ditetapkan sebagai salah satu tuan rumah.

Para Saksi setempat kembali mengadakan pertemuan regional tahunan secara fisik pada pertengahan tahun 2023 setelah terhenti selama tiga tahun karena pandemi. Ada 6.101 pertemuan yang diadakan Saksi-Saksi Yehuwa pada tahun 2024, dihadiri oleh 10.967.594 orang di seluruh dunia.

Kesimpulan: Bagaimana menurut Anda kejadian ini? Jangan lupa share artikel ini agar teman-teman Anda tidak ketinggalan berita heboh ini.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar