
aiotrade, BATAM — Sejumlah data menunjukkan bahwa sektor pergadaian mencatat kinerja yang sangat baik dan menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan Industri Jasa Keuangan (IJK) di wilayah Kepulauan Riau hingga September 2025. Pertumbuhan bisnis gadai di Kepri mencapai angka 34,16%, menjadikannya sebagai sektor dengan pertumbuhan terbesar kedua di wilayah Sumatra bagian utara.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Menurut Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kepulauan Riau, Sinar Danandjaya, peningkatan ini mencerminkan meningkatnya kebutuhan masyarakat akan layanan keuangan yang cepat, fleksibel, dan mudah diakses. Pergadaian dinilai semakin relevan, terutama bagi rumah tangga dan pelaku usaha mikro yang membutuhkan dana jangka pendek.
Pertumbuhan kuat sektor pergadaian tidak lepas dari perannya sebagai alternatif pembiayaan inklusif di tengah dinamika ekonomi daerah. OJK menyebutkan bahwa karakteristik pembiayaan berbasis agunan dengan proses yang sederhana membuat bisnis gadai mampu menjangkau segmen masyarakat yang belum sepenuhnya terlayani oleh perbankan.
Meski mengalami pertumbuhan tinggi, OJK memastikan bahwa kualitas pembiayaan sektor pergadaian tetap terjaga. Tingkat risiko berada pada level sehat dan tidak menunjukkan peningkatan signifikan, yang mencerminkan penerapan prinsip kehati-hatian oleh pelaku usaha pergadaian.
Kinerja positif dari sektor pergadaian turut memperkuat performa industri jasa keuangan Kepri secara keseluruhan. Hingga September 2025, total aset IJK tumbuh sebesar 13,50% secara tahunan. Di sisi lain, penyaluran kredit dan pembiayaan meningkat sebesar 20,68%, yang merupakan angka tertinggi di wilayah Sumatera Bagian Utara.
Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) di Kepri juga mencatat pertumbuhan sebesar 14,20%. Angka ini menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga jasa keuangan, termasuk sektor non-bank seperti pegadaian, tetap kuat meskipun situasi ekonomi sedang tidak pasti.
OJK juga mencatat bahwa kualitas pembiayaan di Kepri secara umum berada dalam kondisi sangat baik. Rasio non-performing financing (NPF) tercatat sebesar 1,30%, yang merupakan angka terendah di wilayah Sumatera Bagian Utara. Total penyaluran pembiayaan mencapai Rp5,916 miliar. Kondisi ini memperkuat fondasi stabilitas sektor keuangan daerah.
Selain pergadaian, sektor non-bank lainnya seperti perusahaan modal ventura (PMV) juga menunjukkan pertumbuhan signifikan. Hingga September 2025, pembiayaan PMV tumbuh sebesar 350,85% dengan tingkat risiko yang tetap rendah.
Meski demikian, OJK menilai pergadaian masih menjadi sektor paling konsisten dalam mendukung kebutuhan pembiayaan masyarakat luas. Dalam rangka memastikan pertumbuhan yang sehat, transparan, dan berkelanjutan, OJK Kepri akan terus mendorong penguatan sektor pergadaian.
Regulator menilai sektor ini memiliki peran strategis dalam memperluas inklusi keuangan dan menopang aktivitas ekonomi daerah, khususnya bagi pelaku usaha kecil dan masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah.
Komentar
Kirim Komentar