BI Jajaki Kemitraan QRIS di Jepang, Tiongkok, dan Korea Selatan

BI Jajaki Kemitraan QRIS di Jepang, Tiongkok, dan Korea Selatan

Dunia gadget kembali ramai dengan kabar terbaru. Sorotan publik kali ini tertuju pada BI Jajaki Kemitraan QRIS di Jepang, Tiongkok, dan Korea Selatan yang menawarkan spesifikasi menarik. Berikut ulasan lengkapnya.


aiotrade.app.CO.ID – BUKITTINGGI
Bank Indonesia (BI) memiliki rencana untuk memperluas penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) ke berbagai negara. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan integrasi sistem pembayaran digital di tingkat internasional.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Deputi Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI, Himawan Kusprianto, menjelaskan bahwa beberapa negara yang sedang dalam proses perluasan cakupan QRIS antarnegara antara lain China, Korea Selatan, dan Arab Saudi. Ia menambahkan bahwa saat ini, kerja sama dengan Jepang masih dalam tahap awal, khususnya untuk transaksi outbound dari Jepang ke Indonesia.

“Kita baru saja menghadapi inbound dari Jepang. Untuk outbound dari Jepang ke sini belum terlalu banyak. Ini sedang dalam proses pipeline,” ujarnya dalam pelatihan wartawan BI, Jumat (24/10/2025).

Himawan menuturkan bahwa kerja sama paling dekat dengan China telah melalui tahap sandboxing. BI berharap peluncuran dan implementasi QRIS antarnegara dapat dilakukan pada akhir tahun ini atau awal tahun depan.

Sementara itu, dengan Korea Selatan, BI akan segera memasuki tahap sandboxing. Sedangkan dengan Arab Saudi, prosesnya masih dalam tahap awal dan belum sepenuhnya formal maupun teknis.

“Dengan Arab Saudi, kita masih dalam tahap diskusi awal. Masih belum secara formal mencoba menjajaki kerja sama,” jelasnya.

Selain itu, Himawan menyebut bahwa komunikasi dengan India sudah lebih maju. Bahkan, pembicaraan di tingkat industri sudah dimulai.

BI mencatat bahwa volume transaksi pembayaran digital mencapai 12,99 miliar transaksi atau tumbuh 38,08% year on year (yoy) pada kuartal III 2025. Pertumbuhan ini didorong oleh perluasan akseptasi dan kanal pembayaran digital.

Volume transaksi aplikasi mobile dan internet masing-masing tumbuh sebesar 13,11% yoy dan 17,80% yoy. Transaksi QRIS juga mengalami pertumbuhan signifikan, yaitu 147,65% yoy.

Tantangan dan Peluang dalam Integrasi QRIS Antarnegara

Pengembangan QRIS antarnegara membawa berbagai tantangan, seperti perbedaan regulasi, infrastruktur teknologi, dan kebijakan keamanan data. Namun, hal ini juga memberikan peluang besar untuk meningkatkan efisiensi transaksi lintas batas serta memperkuat hubungan ekonomi antar negara.

Beberapa langkah penting yang dilakukan BI antara lain:

  • Penguatan kerja sama bilateral: Melalui dialog dan kesepakatan resmi dengan negara-negara mitra, BI berupaya memastikan bahwa QRIS dapat diterima dan digunakan secara luas.
  • Pengujian teknis (sandboxing): Tahap ini bertujuan untuk menguji kemampuan sistem QRIS dalam lingkungan nyata sebelum diterapkan secara penuh.
  • Edukasi dan sosialisasi: Meningkatkan pemahaman para pelaku usaha dan masyarakat tentang manfaat serta cara penggunaan QRIS antarnegara.

Peran Teknologi dalam Pengembangan QRIS

Teknologi menjadi tulang punggung dalam pengembangan dan penerapan QRIS antarnegara. Dengan adanya standarisasi teknis dan keamanan, sistem pembayaran digital dapat berjalan lebih efisien dan aman.

Beberapa aspek teknologi yang diperhatikan oleh BI antara lain:

  • Standarisasi format QRIS: Memastikan bahwa kode QR yang digunakan di setiap negara memiliki format yang seragam dan dapat dibaca oleh sistem pembayaran nasional maupun internasional.
  • Keamanan data: Menerapkan protokol keamanan yang ketat untuk melindungi informasi pengguna selama transaksi.
  • Interoperabilitas sistem: Membangun sistem yang dapat terhubung dan saling mendukung antar bank dan lembaga keuangan di berbagai negara.

Kesimpulan

Pengembangan QRIS antarnegara adalah langkah strategis yang bertujuan untuk memperluas akses dan efisiensi transaksi digital di tingkat global. Dengan kolaborasi yang kuat dan dukungan teknologi yang memadai, BI berharap QRIS dapat menjadi salah satu solusi utama dalam mempermudah transaksi lintas batas.

Kesimpulan: Bagaimana pendapat Anda mengenai teknologi ini? Apakah layak ditunggu? Tuliskan opini Anda di kolom komentar di bawah.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar