Berita Motor Ural Berhenti Masuk Indonesia Pasca Perang Rusia-Ukraina

Berita Motor Ural Berhenti Masuk Indonesia Pasca Perang Rusia-Ukraina

Kabar dunia hari ini diwarnai peristiwa penting. Topik Berita Motor Ural Berhenti Masuk Indonesia Pasca Perang Rusia-Ukraina tengah menjadi perhatian global. Berikut laporan selengkapnya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Dampak Perang Rusia-Ukraina pada Distribusi Motor Ural di Indonesia

Perang Rusia-Ukraina yang pecah sejak Februari 2022 tidak hanya berdampak pada sektor energi dan ekonomi global, tetapi juga merambat ke berbagai bidang lainnya. Salah satu yang terkena dampak langsung adalah distribusi motor gede atau moge, khususnya merek Ural, di Indonesia.

Michael Sofyan, pemilik Hobby Motor sekaligus importir motor dan mobil CBU di kawasan Arteri Pondok Indah, mengungkapkan bahwa pasokan Ural ke Tanah Air praktis terhenti sejak konflik kedua negara memanas hingga hari ini.

“Kita sudah membawa Ural ke Indonesia sejak 2017. Waktu itu ikut pameran di GIIAS, sudah beberapa kali juga. Penjualannya lumayan bagus, orang mulai inden-inden. Tahun pertama, ketiga orang sudah mulai inden, eh tiba-tiba perang,” ujar Michael kepada aiotrade di Jakarta, pekan lalu.

Menurutnya, kondisi ini berawal saat transaksi dengan pihak Rusia diblokir karena sanksi ekonomi dari Amerika Serikat dan sekutunya. “Saya kan waktu itu sudah ada yang DP, sudah belanja unit dan sebagainya. Tiba-tiba perang Rusia-Ukraina meletus, semuanya keblok,” kata Michael.

“Saya juga nggak tahu awalnya kenapa, tapi ternyata uang dollar itu nggak boleh masuk ke Rusia. Kayaknya ada perjanjian atau aturan dari Amerika supaya uang dollar nggak bisa ke sana,” tambahnya.

Masalah semakin rumit ketika transaksi melalui bank di Singapura ikut diperiksa. “Akhirnya saya dipanggil, karena transaksinya lewat bank Singapura. Mereka tanya, ini jual beli apa? Senjata? Wah, kacau juga. Soalnya Ural itu kan termasuk peralatan perang, motornya memang digunakan juga untuk kebutuhan militer,” ujarnya.

Michael menjelaskan bahwa pabrikan Ural di Rusia merupakan perusahaan milik negara yang juga memproduksi berbagai komponen industri. “Ural itu di sana bikin suku cadang pesawat, suku cadang kereta, dan juga kendaraan. Dia memang 100 persen milik negara. Nah, karena itu, begitu saya beli barang yang dikategorikan peralatan militer, ditahan lah transaksinya,” katanya.

Proses klarifikasi memakan waktu lama. “Akhirnya kita kasih penjelasan bahwa itu bukan bagian dari peralatan perang, dan bahwa kita ini agen resmi di sini. Tapi prosesnya lama, hampir setahun lebih uang dan barang tertahan,” ucapnya.

“Akhirnya uang DP konsumen kita balikin dulu, karena nggak bisa gimana lagi. Sampai sekarang pun belum bisa belanja lagi ke Rusia, karena kita nggak bisa kirim ke sana, dan mereka juga nggak bisa kirim langsung ke sini,” kata Michael.

Sejarah dan Karakteristik Motor Ural

Sebagai informasi, Ural merupakan merek motor asal Rusia yang dikenal dengan desain klasik dan tambahan bangku di samping atau sespan. Motor ini awalnya dikembangkan untuk kebutuhan militer Uni Soviet pada masa Perang Dunia II, lalu berevolusi menjadi kendaraan hobi dan koleksi dengan penggemar khusus di berbagai negara.

Dengan desain unik dan kekuatan yang mumpuni, Ural menarik minat para penggemar motor klasik dan pengguna yang mencari kendaraan yang tidak biasa. Meskipun telah menghadapi tantangan dalam distribusi akibat situasi politik dan ekonomi global, Ural tetap memiliki basis penggemar yang setia.

Pengusaha seperti Michael Sofyan terus berupaya untuk memastikan keberlanjutan bisnisnya meski dihadapkan pada berbagai hambatan. Dengan kesabaran dan komunikasi yang baik, harapan besar dipegang agar distribusi Ural dapat kembali normal di masa depan.

Kesimpulan: Demikian kabar dari dunia internasional. Simak terus perkembangan global hanya di sini.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar