Bareskrim Polri Uji Coba Sistem Pangan untuk Tekan Kejahatan, Kalsel Jadi Pilot Project

Bareskrim Polri Uji Coba Sistem Pangan untuk Tekan Kejahatan, Kalsel Jadi Pilot Project

Isu politik kembali hangat diperbincangkan. Mengenai Bareskrim Polri Uji Coba Sistem Pangan untuk Tekan Kejahatan, Kalsel Jadi Pilot Project, publik menunggu dampak dan realisasinya. Simak laporannya.
Bareskrim Polri Uji Coba Sistem Pangan untuk Tekan Kejahatan, Kalsel Jadi Pilot Project

Strategi Baru Bareskrim Polri dalam Penanganan Kejahatan Sektor Pangan

Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri kini tengah mengembangkan pendekatan baru dalam menangani kejahatan yang terjadi di sektor pangan. Langkah ini dilakukan melalui penerapan sistem integrasi data berkelanjutan, yang diharapkan mampu meningkatkan profesionalisme serta efektivitas kinerja aparat penegak hukum.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Pilot project yang dilaksanakan oleh Tim Analis Bidang Pengelolaan Data dan Analisis Kriminal Terpadu (BID PDAKT) Pusiknas Bareskrim Polri, dilakukan di Polda Kalimantan Selatan (Kalsel). Proyek ini dipimpin oleh Kombes Novia Jaya, yang juga merupakan peserta Pendidikan Kepemimpinan Nasional Tingkat I. Pemilihan Polda Kalsel sebagai lokasi pilot project didasarkan pada adanya program inovatif seperti greenhouse dan budidaya jagung yang melibatkan pesantren serta universitas.

“Tujuan dari pilot project ini adalah untuk mendorong strategi analisis kejahatan di sektor pangan secara kolaboratif dengan menggunakan data yang terintegrasi,” ujar Novia, Selasa (23/9/2025).

Menurutnya, polisi tidak dapat bekerja sendiri dalam menangani kasus pangan. Diperlukan kerja sama dengan berbagai instansi terkait, seperti Balai POM, Dinas Pertanian, Bulog, dan lembaga lainnya. Dengan kolaborasi ini, diharapkan bisa menciptakan sistem yang lebih efisien dan akurat dalam menangani masalah pangan.

Sistem Dashboard Khusus untuk Pemantauan Real-Time

Salah satu inovasi utama dalam proyek ini adalah penggunaan dashboard khusus yang akan menjadi pusat pertukaran data. Instansi terkait dapat memasukkan informasi ke dalam sistem tersebut, dan penyidik kepolisian akan memiliki akses real-time terhadap data tersebut.

Dengan adanya sistem ini, proses penanganan kasus kejahatan pangan dapat dipercepat. Tidak hanya itu, sistem ini juga bertujuan untuk mencegah tindak pidana seperti praktik pengoplosan beras atau pupuk. Pemantauan yang lebih cepat dan terintegrasi ke Mabes Polri diharapkan mampu mengurangi potensi kesalahan penanganan maupun celah pelanggaran hukum.

“Kami ingin kasus bisa dicegah sejak dini, bukan hanya ditangani setelah terjadi. Dashboard ini akan sangat membantu penyidik, khususnya di Subdit Indagsi Krimsus, dalam memonitor angka kejahatan pangan,” tambah Novia.

Dukungan untuk Program Pembangunan Nasional

Selain memperkuat perlindungan masyarakat, inovasi ini juga mendukung program pembangunan nasional yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto. Hal ini menunjukkan bahwa langkah Bareskrim Polri tidak hanya fokus pada penegakan hukum, tetapi juga berkontribusi pada visi nasional yang lebih luas.

Tanggapan dari Kapolda Kalsel

Kapolda Kalsel, Irjen Rosyanto Yudha Hermawan, menyambut baik inovasi yang diinisiasi oleh Kombes Novia Jaya. Menurutnya, inovasi ini sangat berguna dalam meningkatkan profesionalisme kinerja penegakan hukum di sektor pangan.

“Inovasi ini sangat bermanfaat dalam hal peningkatan profesionalisme kinerja penegakan hukum di sektor pangan,” ujarnya.

Kesimpulan: Mari kita kawal terus perkembangan isu ini. Suarakan aspirasi Anda dengan bijak di kolom komentar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar