Bapanas: Tidak Ada Impor Beras, Jagung, dan Gula pada 2026

Bapanas: Tidak Ada Impor Beras, Jagung, dan Gula pada 2026

Media sosial sedang heboh membicarakan topik ini. Banyak netizen yang penasaran kebenaran di balik Bapanas: Tidak Ada Impor Beras, Jagung, dan Gula pada 2026. Berikut fakta yang berhasil kami rangkum.
Bapanas: Tidak Ada Impor Beras, Jagung, dan Gula pada 2026

Kebijakan Impor Pangan Tahun 2026

Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengambil keputusan penting terkait impor beras, gula konsumsi, dan jagung pakan untuk tahun 2026. Dalam Proyeksi Neraca Pangan Nasional Tahun 2026, stok ketiga komoditas tersebut dianggap cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional tanpa perlu melakukan impor.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

“Secara bersama-sama dan mufakat, pemerintah telah memutuskan tidak perlu ada impor untuk beras dan gula konsumsi serta jagung pakan untuk tahun 2026,” ujar Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa di Jakarta, Rabu (31/12/2025).

Stok Beras yang Cukup

Carry over stock beras dari tahun 2025 ke 2026 mencapai 12,529 juta ton. Ini termasuk stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog sebesar 3,248 juta ton hingga 31 Desember 2025. Dengan asumsi kebutuhan konsumsi bulanan sebesar 2,591 juta ton, stok ini dapat memenuhi hampir 5 bulan kebutuhan di 2026.

Proyeksi produksi beras tahun 2026 mencapai 34,7 juta ton, sehingga stok akhir tahun 2026 diperkirakan mencapai 16,194 juta ton. Selain itu, ekspor beras diharapkan mencapai 71 ton pada tahun tersebut.

Stok Jagung yang Melimpah

Carry over stock jagung dari tahun 2025 ke 2026 sebesar 4,521 juta ton. Dengan asumsi kebutuhan bulanan sebesar 1,421 juta ton, stok ini dapat memenuhi hampir 3 bulan kebutuhan di 2026. Produksi jagung tahun 2026 diperkirakan mencapai 18 juta ton, sehingga stok akhir tahun 2026 diperkirakan berada di level 4,581 juta ton.

Ekspor jagung diharapkan mencapai 52,9 ribu ton pada 2026. Sementara itu, impor jagung pakan, benih, dan rumah tangga dipastikan tidak dilakukan oleh Bapanas di tahun tersebut.

Gula Konsumsi yang Stabil

Untuk gula konsumsi, carry over stock ke 2026 mencapai 1,437 juta ton. Dengan asumsi kebutuhan konsumsi bulanan sebesar 236,4 ribu ton, stok ini dapat memenuhi hingga 6 bulan kebutuhan di 2026. Produksi gula nasional tahun 2026 diperkirakan mencapai 2,72 juta ton, sehingga stok akhir tahun 2026 diperkirakan berada di 1,32 juta ton.

Kemandirian Pangan Indonesia

Selain itu, Ketut menegaskan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia sudah tidak membutuhkan impor untuk kebutuhan konsumsi seperti bawang merah, cabai, telur ayam ras, dan daging ayam. “Indonesia telah sufficient. Produksi petani dan peternak kita mumpuni,” tambahnya.

Dengan kebijakan ini, pemerintah menunjukkan komitmennya untuk menjaga kesejahteraan rakyat dengan memastikan ketersediaan pangan secara mandiri. Hal ini juga menjadi langkah strategis dalam menghadapi tantangan global terkait harga pangan dan stabilitas ekonomi.

Kesimpulan: Bagaimana menurut Anda kejadian ini? Jangan lupa bagikan artikel ini agar teman-teman Anda tidak ketinggalan berita heboh ini.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar