
Kematian Balita Akibat Infeksi Cacing Gelang yang Menyebar di Media Sosial
\nSeorang balita bernama Raya dari Sukabumi meninggal dunia setelah mengalami infeksi cacing gelang yang menyebar luas di media sosial. Kejadian ini memicu kekhawatiran masyarakat terhadap risiko kesehatan yang disebabkan oleh parasit tersebut. Raya dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat RSUD Syamsudin pada 13 Juli 2025 sekitar pukul 20.00 WIB dalam kondisi kritis. Ia tidak sadarkan diri sejak sehari sebelumnya, dan akhirnya meninggal dunia karena penyakit askariasis.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Askariasis adalah infeksi yang disebabkan oleh cacing gelang jenis Ascaris Lumbricoides. Cacing ini biasanya hidup di tanah dan dapat menginfeksi manusia melalui berbagai media, seperti makanan, minuman, atau tangan yang tidak bersih. Anak-anak sangat rentan terpapar cacing ini karena aktivitas sehari-harinya, terutama jika mereka sering bermain di tanah atau lingkungan yang kurang bersih.
\nCacing gelang ditemukan di berbagai belahan dunia. Cacing ini mampu menghasilkan telur dalam jumlah besar, hingga 200 ribu per hari. Telur-telur ini sangat tahan terhadap kondisi lingkungan yang kering, sehingga mudah menyebar dan bertahan lama.
\nCara Hidup Cacing Gelang dalam Tubuh Manusia
\nMenurut buku Helmintologi dan Protozoologi untuk Kedokteran dan Kesehatan karya Hebert Adrianto, parasit penyebab askariasis disebut sebagai cacing gelang karena bentuknya yang melingkar di pergelangan tangan seperti gelang. Ukuran cacing gelang dewasa cukup besar dibandingkan dengan cacing lainnya yang hidup di dalam usus manusia. Bahkan, cacing ini bisa dilihat secara langsung tanpa bantuan mikroskop. Selain itu, cacing ini juga mampu bertahan hidup dalam tubuh manusia selama beberapa bulan.
\nFatimah dan Rahmah Juliani Siregar dalam buku Kelangsungan Hidup Anak menjelaskan bahwa cacing gelang dapat menyebar melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi. Namun, gejala yang ditimbulkan oleh cacing ini tidak khas, sehingga sulit dideteksi. Biasanya, adanya cacing dalam tubuh hanya diketahui saat cacing keluar bersama feses atau tinja.
\nCacing gelang juga dapat masuk ke paru-paru dan menyebabkan batuk pada anak-anak. Hal ini membuat infeksi ini lebih sulit didiagnosis dan menambah risiko kesehatan yang bisa terjadi.
\nMorfologi Cacing Gelang yang Menyebabkan Askariasis
\nMorfologi cacing gelang yang menyebabkan askariasis memiliki bentuk memanjang dan licin. Cacing ini hidup secara parasit dalam tubuh manusia, dan dapat berkembang biak di dalam saluran pencernaan. Dalam fase awal infeksi, cacing akan bergerak ke paru-paru, lalu kembali ke usus untuk berkembang menjadi dewasa.
\nInfeksi ini umumnya tidak menunjukkan gejala jelas pada tahap awal. Namun, jika tidak segera diatasi, cacing dapat menyebabkan komplikasi serius, termasuk gangguan pencernaan, nyeri perut, dan bahkan keracunan.
\nTips Pencegahan Infeksi Cacing Gelang
\nUntuk mencegah infeksi cacing gelang, penting bagi orang tua untuk menjaga kebersihan lingkungan dan kebiasaan kebersihan pribadi. Berikut beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan:
\n- \n
- Mencuci tangan dengan sabun sebelum makan dan setelah bermain di luar rumah. \n
- Memastikan makanan dan minuman dalam keadaan bersih dan aman. \n
- Menghindari bermain di tempat yang kotor atau berlumpur. \n
- Memberikan obat cacing secara rutin sesuai rekomendasi dokter. \n
Dengan kesadaran dan pencegahan yang tepat, risiko infeksi cacing gelang dapat diminimalisir, terutama pada anak-anak yang rentan terhadap penyakit ini.
Komentar
Kirim Komentar