Aturan Ketat, Penderita Diabetes dan Obesitas Kesulitan Dapat Visa AS

Aturan Ketat, Penderita Diabetes dan Obesitas Kesulitan Dapat Visa AS

Dunia medis kali ini membahas topik yang penting bagi kita. Terkait Aturan Ketat, Penderita Diabetes dan Obesitas Kesulitan Dapat Visa AS, banyak hal penting yang perlu Anda ketahui. Simak penjelasannya.

Pemerintahan Presiden Donald Trump kembali memperketat aturan imigrasi Amerika Serikat (AS) melalui arahan baru yang dapat mempersulit warga negara asing masuk atau tinggal di AS jika memiliki kondisi medis tertentu, seperti obesitas dan diabetes, atau dinilai tidak memiliki sumber daya ekonomi yang cukup. Kebijakan ini tertuang dalam sebuah kabel resmi yang dikirim Departemen Luar Negeri AS ke seluruh Kedutaan Besar dan Konsulat AS di berbagai negara.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Arahan tersebut menginstruksikan petugas konsuler untuk memeriksa pemohon visa secara lebih menyeluruh guna memastikan mereka tidak akan menjadi public charge atau bergantung pada bantuan pemerintah setelah berada di AS. Julia Gelatt, Associate Director Program Kebijakan Imigrasi di Migration Policy Institute, menyatakan bahwa kebijakan ini dapat mengarah pada penyempitan signifikan terhadap imigrasi. Pemerintahan Trump sedang mencoba kembali ke kebijakan yang mereka dorong pada masa jabatan pertamanya terkait public charge.

Persyaratan Kesehatan Diperketat

Sebelumnya, pemohon visa wajib menjalani pemeriksaan kesehatan untuk mendeteksi penyakit menular dan beberapa kondisi medis lain. Namun arahan baru ini memperluas jenis faktor yang dapat dipertimbangkan dalam menolak visa. Ketentuan tersebut menyebut kondisi medis seperti penyakit kronis, obesitas, tekanan darah tinggi, penyakit metabolik, gangguan saraf, depresi, kecemasan, serta gangguan mental lain yang dapat memerlukan biaya perawatan ratusan ribu dolar sebagai alasan potensial penolakan.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Tommy Pigott menyatakan bahwa kebijakan ini dibuat untuk melindungi masyarakat AS. “Pemerintahan Trump menempatkan kepentingan rakyat Amerika terlebih dahulu. Ini termasuk menegakkan kebijakan agar sistem imigrasi tidak menjadi beban bagi pembayar pajak,” ujarnya. Aturan tersebut juga menegaskan bahwa pemohon visa wajib membuktikan kemampuan finansial mereka. Petugas konsuler diminta meninjau dokumen perbankan, aset, rekening tabungan dan giro, investasi, hingga dana pensiun yang dimiliki pemohon.

Ahli hukum imigrasi Steven Heller menilai kebijakan ini memberi keleluasaan yang lebih besar bagi petugas. “Pedoman baru ini soal pesan. Petugas kini diberi keleluasaan untuk menggunakan totalitas keadaan sebagai pedang, bukan perisai,” katanya.

Dikhawatirkan Berdampak pada Keluarga Imigran

Kebijakan ini diperkirakan dapat berpengaruh pada jumlah visa imigran dan non-imigran yang disetujui. Para analis menyebut aturan tersebut berpotensi berdampak lebih besar pada warga negara asing berpenghasilan rendah, lanjut usia, atau memiliki riwayat kesehatan tertentu. Direktur Eksekutif Protecting Immigrant Families Adriana Cadena menyebut kebijakan ini berbahaya bagi keluarga imigran yang telah tinggal secara legal di AS.

“Keluasan dan sifat kebijakan yang tidak transparan menimbulkan kebingungan dan kekhawatiran, yang dapat menghalangi keluarga imigran, termasuk warga negara AS, untuk mengakses bantuan yang sebenarnya berhak mereka dapatkan,” ujarnya. Pejabat AS memastikan perubahan aturan ini tidak berlaku untuk visa kunjungan jangka pendek B-2, termasuk untuk kunjungan pribadi atau perawatan medis.

Beberapa poin penting yang perlu diketahui tentang kebijakan baru ini:

  • Pemantauan Kesehatan yang Lebih Ketat
    Pemohon visa akan menjalani pemeriksaan kesehatan yang lebih menyeluruh, termasuk evaluasi kondisi medis seperti obesitas, diabetes, dan gangguan mental. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa pemohon tidak akan menjadi beban bagi sistem kesejahteraan sosial AS.

  • Evaluasi Kemampuan Finansial
    Pemohon visa harus membuktikan kemampuan finansial mereka melalui dokumen perbankan, aset, rekening tabungan, investasi, dan dana pensiun. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa mereka mampu hidup mandiri tanpa memerlukan bantuan pemerintah.

  • Dampak pada Kelompok Rentan
    Kebijakan ini dikhawatirkan akan berdampak lebih besar pada warga negara asing dengan penghasilan rendah, lansia, atau riwayat kesehatan tertentu. Mereka mungkin kesulitan memenuhi syarat finansial dan kesehatan yang diperlukan.

  • Kebebasan Petugas Konsuler
    Petugas konsuler diberi keleluasaan untuk mengevaluasi kasus secara menyeluruh. Hal ini bisa berarti penilaian yang lebih subjektif, yang bisa memengaruhi keputusan pemberian visa.

  • Tidak Berlaku untuk Visa B-2
    Perubahan aturan ini tidak berlaku untuk visa kunjungan jangka pendek B-2, termasuk untuk kunjungan pribadi atau perawatan medis. Ini menunjukkan bahwa pemerintah AS tetap ingin membuka pintu bagi pengunjung yang tidak bertujuan tinggal permanen.

Kebijakan baru ini menandai kembalinya fokus pemerintahan Trump pada kontrol ketat terhadap imigrasi, dengan tujuan melindungi kepentingan rakyat AS. Namun, para ahli dan organisasi hak asasi manusia tetap khawatir tentang dampak yang mungkin terjadi pada keluarga imigran dan komunitas yang rentan.

Kesimpulan: Semoga informasi ini berguna bagi kesehatan Anda dan keluarga. Utamakan kesehatan dengan pola hidup yang baik.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar