Atlet eSports Thailand Dikeluarkan dari SEA Games 2026 Karena Menipu

Atlet eSports Thailand Dikeluarkan dari SEA Games 2026 Karena Menipu

Kabar lapangan tengah menjadi sorotan hari ini. Terkait Atlet eSports Thailand Dikeluarkan dari SEA Games 2026 Karena Menipu, para suporter tentu sudah menunggu kepastian beritanya. Simak informasi terbarunya.

BANGKOK, aiotrade
Pemain esports asal Thailand dikeluarkan dari SEA Games 2025 di Bangkok setelah terbukti melakukan tindakan tidak sportif. Keputusan ini diumumkan oleh Federasi eSports Thailand (TESF) pada hari Selasa (16/12/2025).

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Menurut surat yang diterima oleh federasi, Warasin Naphat, pemain tersebut, melakukan pelanggaran dengan menggunakan perangkat lunak atau modifikasi perangkat keras pihak ketiga yang tidak sah selama pertandingan Game 1. Selain itu, ia juga terekam mengacungkan jari tengahnya saat acara disiarkan melalui televisi di Bangkok.

"Setelah penyelidikan lebih lanjut, ditemukan bukti yang meyakinkan, yang menyebabkan pengenaan sanksi pribadi yang mengakibatkan pengusirannya dari seluruh Kompetisi Esports," demikian isi surat tersebut, seperti dikutip dari AFP.

TESF Menerima Keputusan Panitia SEA Games

Merespons keputusan tersebut, TESF menyatakan menerima keputusan panitia penyelenggara yang membuang Warasin dari kompetisi. TESF juga mengumumkan bahwa seluruh tim mereka akan mundur dari SEA Games 2026.

"Saya dan tim saya benar-benar menyesal atas kesalahan yang dilakukan oleh tim kami. Kami memohon maaf kepada semua pihak," ujar presiden TESF, Santi Lothong dalam sebuah pernyataan.

Ia menambahkan, "Kami mencintai olahraga kami dan tidak dapat membiarkan apa pun, siapa pun pelakunya, membuat olahraga kami terlihat begitu buruk."

Sejarah Esports dalam SEA Games

Esports pertama kali masuk sebagai cabang olahraga dalam SEA Games pada tahun 2019. Tahun ini, cabang olahraga tersebut mencakup empat kategori, yaitu FC Online, Mobile Legends: Bang Bang, Free Fire, dan Arena of Valor, sebuah game pertempuran online multipemain.

SEA Games resmi dibuka pekan lalu dan akan berlangsung hingga 20 Desember di Bangkok dan provinsi pesisir Chonburi. Ribuan atlet dari negara-negara Asia Tenggara berkompetisi dalam berbagai cabang olahraga, mulai dari sepak bola dan anggar hingga skateboard, berlayar, dan olahraga bela diri.

Namun, SEA Games kali ini berlangsung di tengah ketegangan yang terjadi di perbatasan Thailand dan Kamboja. Phnom Penh mengumumkan sehari setelah upacara pembukaan bahwa mereka menarik atletnya karena alasan keamanan.

Hingga kini, Thailand masih memimpin perolehan medali keseluruhan, diikuti oleh Indonesia dan Vietnam.

Komentar dari Pihak Terkait

Meski ada insiden yang terjadi, TESF tetap berkomitmen untuk menjaga reputasi esports sebagai olahraga yang fair dan profesional. Mereka berharap insiden ini menjadi pelajaran berharga bagi para atlet dan penggemar esports di masa depan.

Selain itu, TESF juga berencana untuk meningkatkan pengawasan dan penegakan aturan dalam setiap kompetisi yang diikuti oleh tim nasional. Hal ini dilakukan guna memastikan bahwa semua peserta berlaku adil dan menjunjung nilai-nilai olahraga.

Dengan adanya insiden ini, diharapkan bisa menjadi momentum untuk memperkuat standar etika dalam dunia esports. Tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga di skala regional dan internasional.

Tantangan di Masa Depan

Meskipun SEA Games 2025 masih berlangsung, insiden yang terjadi telah menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana sistem pengawasan dan pengendalian di bidang esports. Beberapa pihak mengingatkan agar regulasi yang diterapkan lebih ketat dan transparan.

Selain itu, penting untuk memberikan edukasi dan pelatihan kepada atlet agar mereka memahami konsekuensi dari tindakan tidak sportif. Dengan demikian, esports dapat terus berkembang tanpa adanya kecurangan yang merusak citra olahraga ini.

Tidak hanya itu, TESF juga akan bekerja sama dengan pihak-pihak terkait untuk memastikan bahwa setiap kompetisi di masa depan lebih aman dan adil. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan esports dapat menjadi contoh yang baik bagi olahraga lainnya.

Kesimpulan: Dukung terus atlet/tim kebanggaan Anda. Simak terus update pertandingan selanjutnya hanya di portal kami.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar