
Javier Bardem, aktor Hollywood yang terkenal berperan sebagai antagonis dalam film Skyfall James Bond, kembali menyampaikan kritik tajam terhadap kebijakan Israel. Dalam pernyataannya, ia mengecam tentara Israel karena menggunakan "logika teror dan dehumanisasi" yang mirip dengan strategi Nazi terhadap warga Palestina.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Logika teror Nazi adalah pendekatan sistematis yang melibatkan penggunaan kekerasan, intimidasi, dan ketakutan untuk menguasai masyarakat. Metode ini tidak hanya mencakup kekerasan fisik, tetapi juga teror psikologis yang dipersebar melalui organisasi seperti SA dan SS, serta polisi rahasia seperti Gestapo. Praktik ini dilakukan tanpa proses hukum jelas, menciptakan rasa takut di kalangan masyarakat. Tujuannya bukan hanya untuk menghukum, tetapi juga untuk mengontrol perilaku masyarakat agar tetap diam dan tidak memberontak.
Dehumanisasi menjadi dasar dari logika teror ini. Rezim Nazi secara bertahap menghilangkan kemanusiaan dari kelompok tertentu, menggambarkan mereka sebagai "sub-manusia" atau parasit. Propaganda Nazi memainkan peran penting dalam proses ini, menggunakan media massa seperti film, radio, dan buku anak-anak untuk menyebarkan narasi anti-Semit. Dengan demikian, masyarakat Jerman menjadi lebih mudah menerima kekerasan dan pembunuhan massal.
Bardem membagikan sebuah video di Instagram yang menunjukkan seorang penembak jitu Israel menembak warga Palestina hanya untuk bersenang-senang. Ia menyebut IDF (Pasukan Pertahanan Israel) sebagai "Nazi". Dalam keterangannya, ia membandingkan tindakan tersebut dengan adegan dari film Schindler’s List, yang disutradarai oleh Steven Spielberg pada 1993. Film ini bercerita tentang Oskar Schindler, seorang pengusaha Jerman yang awalnya anggota Nazi, tetapi kemudian berubah pandangan setelah menyaksikan kekejaman terhadap orang-orang Yahudi. Schindler akhirnya menyelamatkan ribuan nyawa dengan merekrut pekerja Yahudi dan membantu mereka melarikan diri dari kamp konsentrasi.
Bardem juga menyebut sosok Amon Goth, seorang perwira Nazi, yang ia anggap mewakili banalitas kejahatan dan impunitas dalam militer. "Saat ini, logika teror dan dehumanisasi yang sama itulah yang diterapkan IDF terhadap rakyat Palestina," ujarnya.
Video tersebut pertama kali beredar daring pada 2018 dan diyakini terkait insiden Desember 2017, ketika penembak jitu Israel menembak seorang pria di kakinya. Bardem telah lama menyuarakan dukungan bagi rakyat Palestina dan mengkritik kebijakan Israel. Salah satu alasan utamanya adalah latar belakangnya sebagai orang Spanyol yang tumbuh dalam kesadaran akan dampak kediktatoran Franco. Pengalaman ini membuatnya sensitif terhadap isu penindasan dan ketidakadilan, di mana ia melihat paralel antara perjuangan rakyat Spanyol melawan kediktatoran dengan perjuangan rakyat Palestina melawan pendudukan Israel.
Selain latar belakang personal, Bardem juga terpengaruh oleh perspektif politik yang umum di kalangan intelektual dan seniman Eropa. Banyak kalangan di Eropa melihat konflik Israel-Palestina melalui lensa dekolonial dan hak asasi manusia, di mana mereka memandang Palestina sebagai pihak yang terjajah. Bardem pernah menyebut Gaza sebagai "kamp konsentrasi terbesar di dunia" dan mendukung gerakan BDS (Boycott, Divestment, and Sanctions) terhadap Israel.
Aktivisme Bardem juga tidak bisa dipisahkan dari jaringan aktivis hak asasi manusia internasional yang ia ikuti. Pada 2011, ia bersama seniman Spanyol lainnya menandatangani surat terbuka yang menyatakan Israel sebagai "negara apartheid." Ia juga sering berkolaborasi dengan organisasi kemanusiaan yang mendokumentasikan pelanggaran HAM di wilayah pendudukan Palestina, yang semakin memperkuat keyakinan politiknya.
Posisi Bardem merefleksikan tren yang lebih luas di kalangan selebriti Hollywood dan Eropa yang semakin vokal mengkritik Israel, terutama pasca operasi militer Israel di Gaza 2014 dan 2021. Meskipun mendapat kritik dan tekanan dari kelompok pro-Israel, Bardem tetap konsisten menyuarakan bahwa dukungannya bukan antisemitisme, melainkan bentuk pembelaan terhadap hak-hak dasar rakyat Palestina yang terusir dari tanah mereka sendiri dan hidup di bawah pendudukan militer selama puluhan tahun.
Menurut investigasi gabungan dari The Guardian, lima dari enam warga Palestina yang dibunuh oleh pasukan Israel di Jalur Gaza adalah warga sipil, menurut data militer Israel sendiri. Negara zionis itu telah membunuh lebih dari 62.100 warga Palestina di Gaza sejak Oktober 2023. Operasi militer tersebut telah menghancurkan wilayah kantong tersebut dan menyebabkan kekurangan pangan serta kematian akibat kelaparan.
Komentar
Kirim Komentar