
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Kehilangan Sosok Penting di Divisi AI Apple
Ke Yang, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala divisi Answers, Knowledge, dan Information (AKI) Apple, memutuskan untuk meninggalkan perusahaan setelah hanya beberapa minggu menjabat posisi tersebut. Ia kini bergabung dengan Meta, perusahaan induk dari Facebook dan Instagram, dalam upaya memperkuat pengembangan teknologi AI generatif. Ke Yang sebelumnya pernah memimpin proyek serupa seperti ChatGPT di Apple.
Kepindahan Ke Yang ini menjadi bagian dari tren yang semakin mengkhawatirkan bagi Apple. Beberapa petinggi di divisi kecerdasan buatan (AI) perusahaan tersebut telah pindah ke Meta, termasuk Jian Zhang, Ruoming Pang, dan Frank Chu. Fenomena ini menunjukkan bahwa Apple menghadapi tantangan besar dalam mempertahankan tenaga ahli di bidang AI, sementara Meta semakin agresif dalam merekrut talenta berpengalaman.
Pengembangan Produk Pencarian Berbasis AI
Di bawah kepemimpinan Ke Yang, divisi AKI Apple bertanggung jawab atas pengembangan produk pencarian berbasis AI yang disebut-sebut mirip dengan ChatGPT. Produk ini dirancang untuk memungkinkan Siri, asisten suara milik Apple, mencari dan menampilkan informasi secara real-time dari internet, lalu mengintegrasikannya langsung ke dalam respons pengguna.
Proyek ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan Siri dalam memberikan jawaban yang lebih akurat dan relevan kepada pengguna. Namun, dengan kepergian Ke Yang, Apple mungkin akan menghadapi tantangan dalam melanjutkan pengembangan teknologi ini.
Deretan Petinggi Apple yang Pindah ke Meta
Selain Ke Yang, beberapa petinggi lain di divisi AI Apple juga dikabarkan meninggalkan perusahaan. Sebelumnya, pada bulan September 2025, Robby Walker, Direktur Senior tim Apple, dilaporkan hengkang. Meski belum diketahui ke mana ia pindah, langkah ini menunjukkan bahwa Apple masih menghadapi tantangan besar dalam menjaga stabilitas tenaga ahli di bidang AI.
Menurut laporan dari 9to5Mac, sejumlah nama penting telah meninggalkan Apple, antara lain:
- Jian Zhang, mantan Peneliti Utama AI untuk bidang robotika (Lead AI Researcher for Robotics)
- Ruoming Pang, mantan kepala pengembangan model AI Apple (Apple's former AI models head)
- Frank Chu, yang sebelumnya menjabat sebagai pimpinan divisi AI untuk infrastruktur cloud, pelatihan, dan pencarian (Apple's AI lead on cloud infrastructure, training and search)
Ketiga sosok ini kini diketahui telah bergabung dengan Meta dan bekerja di bawah pimpinan CEO Mark Zuckerberg. Kepindahan mereka menunjukkan bahwa Meta aktif merekrut talenta berpengalaman dari perusahaan pesaing, terutama dalam upaya memperkuat ekosistem AI di seluruh produknya.
Tantangan bagi Apple di Pasar AI Generatif
Meta tampaknya sedang mempercepat pengembangan dan implementasi produk berbasis AI di seluruh ekosistem aplikasinya, termasuk Facebook, Instagram, WhatsApp, dan lain sebagainya. Langkah ini dilihat sebagai strategi untuk memperkuat posisinya di pasar AI generatif.
Sementara itu, Apple masih berjuang keras untuk mengejar ketertinggalan di bidang kecerdasan buatan. Jika dibandingkan dengan kompetitornya seperti Google atau Microsoft, posisi Apple saat ini masih tertinggal cukup jauh. Dua perusahaan pesaing ini telah lebih dulu berhasil mengintegrasikan teknologi AI ke dalam produk dan layanan utama mereka.
Apple sendiri masih berusaha untuk menghadirkan teknologi AI bernama Apple Intelligence ke tangan konsumen. Perusahaan berharap sistem baru ini serta pembaruan besar pada Siri dapat membantu mereka mengejar ketertinggalan dari pesaing.
Tantangan Tambahan dari Konsumen
Tantangan Apple bahkan semakin besar setelah beberapa konsumen dilaporkan mengajukan gugatan ke perusahaan karena merasa fitur-fitur AI yang dijanjikan belum sepenuhnya tersedia atau berfungsi sebagaimana yang diiklankan. Hal ini menunjukkan bahwa Apple masih harus melakukan banyak penyesuaian agar teknologi AI mereka dapat memenuhi ekspektasi pengguna.
Dengan adanya tren kepergian para petinggi di divisi AI, Apple mungkin harus mencari solusi yang lebih efektif dalam mempertahankan talenta dan mempercepat pengembangan teknologi AI.
Komentar
Kirim Komentar