
Perayaan Hari Kesehatan Nasional di Kota Sorong
Pada hari Rabu, 12 November 2025, Dinas Kesehatan Kota Sorong menggelar apel bersama dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) Ke-61. Acara ini berlangsung di Lapangan Kantor Wali Kota Sorong, Papua Barat Daya. Wakil Wali Kota Sorong, Anshar Karim, menjadi pemimpin upacara dan membacakan sambutan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Dalam sambutannya, Anshar menyampaikan bahwa keberhasilan Indonesia masuk kembali ke kelompok upper middle-income country pasca-pandemi Covid-19 merupakan bukti semangat juang bangsa. Namun, capaian tersebut harus menjadi motivasi untuk terus berbenah menuju Indonesia Emas 2045.
"Syarat utama kita bisa mencapai target di tahun 2045 adalah manusia Indonesia yang sehat dan cerdas. Hal ini hanya dapat terwujud melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan," ujar Anshar mengutip sambutan Menkes Budi Gunadi.
Pelaksanaan transformasi kesehatan nasional merupakan hal penting sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Pemerintah saat ini tengah memfinalisasi Rencana Induk Bidang Kesehatan (RIBK) sebagai pedoman pembangunan kesehatan di seluruh Indonesia.
Selain itu, Presiden Prabowo Subianto memberi penekanan pada tiga program prioritas bidang kesehatan. Antara lain:
- Pemeriksaan kesehatan gratis
- Penurunan kasus tuberkulosis (TB)
- Pembangunan rumah sakit lengkap berkualitas di daerah terpencil dan tertinggal
"Mari bangun budaya hidup sehat mulai dari diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar, demi mewujudkan Indonesia Emas 2045," kata Anshar.
Acara apel HKN diikuti oleh jajaran dinas kesehatan, tenaga medis, aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Sorong, serta para kader kesehatan.
Fokus pada Kolaborasi dan Transformasi Kesehatan
Transformasi kesehatan nasional menjadi fokus utama pemerintah dalam menjawab tantangan kesehatan yang semakin kompleks. Dengan adanya undang-undang baru, yaitu Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, pemerintah menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan di seluruh wilayah Indonesia.
Salah satu langkah strategis yang sedang dilakukan adalah penyusunan Rencana Induk Bidang Kesehatan (RIBK). RIBK ini akan menjadi panduan bagi pemerintah daerah dalam merancang kebijakan dan program kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Dalam konteks yang lebih luas, Presiden Prabowo Subianto menekankan tiga program prioritas dalam bidang kesehatan. Pertama, pemeriksaan kesehatan gratis yang bertujuan untuk memastikan akses layanan kesehatan yang merata bagi seluruh rakyat Indonesia. Kedua, penurunan kasus tuberkulosis (TB) melalui program pencegahan dan pengobatan yang efektif. Ketiga, pembangunan rumah sakit lengkap berkualitas di daerah terpencil dan tertinggal agar masyarakat di wilayah-wilayah tersebut dapat memperoleh layanan kesehatan yang memadai.
Peran Masyarakat dalam Membangun Budaya Sehat
Selain peran pemerintah dan lembaga kesehatan, masyarakat juga memiliki peran penting dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Dengan membangun budaya hidup sehat mulai dari diri sendiri, keluarga, hingga lingkungan sekitar, masyarakat dapat berkontribusi secara aktif dalam meningkatkan kualitas kesehatan nasional.
Budaya hidup sehat tidak hanya terbatas pada kebersihan diri atau pola makan, tetapi juga melibatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan mental dan sosial. Dengan kesadaran ini, masyarakat dapat menjadi agen perubahan yang mendorong perbaikan kesehatan di tingkat lokal maupun nasional.
Partisipasi Aktif dari Berbagai Stakeholder
Acara apel HKN dihadiri oleh berbagai stakeholder yang terlibat dalam bidang kesehatan. Selain jajaran dinas kesehatan dan tenaga medis, partisipasi juga datang dari aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Sorong serta para kader kesehatan. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen kolektif dalam mendukung program-program kesehatan yang telah ditetapkan.
Komentar
Kirim Komentar