
Pengertian dan Kontroversi Jokowi White Paper
\nJokowi White Paper menjadi topik yang sedang ramai dibicarakan oleh warganet di Indonesia. Buku ini diluncurkan oleh sekelompok individu, termasuk Roy Suryo, Tifauzia Tyassuma (dokter Tifa), dan Rismon Sianipar, seorang ahli digital forensik dan mantan dosen Universitas Mataram. Dalam pernyataannya, Roy Suryo menyampaikan bahwa Jokowi White Paper merupakan hasil dari penelitian yang dilakukan bersama timnya.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Menurut Roy Suryo, jika Presiden Joko Widodo tidak menerima isi buku tersebut, maka ia mempersilahkan Jokowi untuk memberikan bantahan. Namun, bantahan itu harus dilakukan melalui buku juga, bukan melalui laporan ke polisi. Ia menegaskan bahwa Jokowi dapat membuat buku sendiri sebagai bentuk pembantahan terhadap isu yang disampaikan dalam Jokowi White Paper.
\nApa Itu Jokowi White Paper?
\nJokowi White Paper adalah sebuah dokumen analisis dan investigasi yang berisi penjelasan mendalam mengenai berbagai isu dan polemik terkait Presiden RI ke-7, Joko Widodo. Buku ini memiliki tebal hampir 700 halaman dan mencakup berbagai aspek seperti keaslian ijazah Jokowi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), serta analisis teknis terhadap dokumen-dokumen pendidikan yang dimiliki oleh presiden.
\nBeberapa poin utama yang tercantum dalam Jokowi White Paper antara lain:
\n- \n
- Analisis ijazah: Dilakukan dengan membandingkan ijazah Jokowi dengan ijazah alumni UGM lainnya menggunakan metode forensik digital. \n
- Aspek teknis: Termasuk watermark, tanda tangan pengesahan, dan penggunaan teknologi pembuatan dokumen yang diduga tidak sesuai dengan waktu penerbitan ijazah. \n
- Polemik indeks prestasi: Buku ini juga menjelaskan perdebatan publik mengenai indeks prestasi Jokowi semasa kuliah. \n
- Dokumentasi perjalanan: Termasuk catatan dialog dan upaya memperjuangkan keaslian ijazah Jokowi. \n
Judul "Jokowi’s White Paper" dipilih dengan maksud untuk membersihkan nama baik almamater dan menyajikan data secara ilmiah. Meski demikian, buku ini tetap menjadi kontroversi karena dianggap sebagai fitnah oleh beberapa pihak.
\nPenolakan dan Kritik terhadap Jokowi White Paper
\nKuasa hukum Jokowi, Rivai Kusumanegara, menyebut buku ini sebagai fitnah dan upaya membangun alibi bagi pihak tertentu. Menurutnya, Jokowi White Paper bertujuan untuk menganggap masalah ijazah Jokowi sebagai bagian dari penelitian, meskipun secara tata waktu, metode, dan etika tidak sepenuhnya sesuai.
\nRivai menegaskan bahwa masyarakat dapat menilai apakah buku ini benar-benar penelitian akademis atau hanya sekadar pembelaan. Ia menekankan bahwa masyarakat memiliki hak untuk mengevaluasi kredibilitas dan tujuan dari Jokowi White Paper.
\nKesimpulan
\nJokowi White Paper menjadi salah satu buku yang memicu perdebatan luas di kalangan masyarakat dan para ahli. Meskipun dianggap sebagai upaya untuk menyajikan data secara ilmiah, buku ini juga dianggap sebagai fitnah oleh pihak yang merasa dirugikan. Dengan berbagai analisis dan penjelasan yang tercantum di dalamnya, Jokowi White Paper tetap menjadi topik yang menarik perhatian publik dan menjadi bahan diskusi yang panjang.
Komentar
Kirim Komentar