
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Perusahaan Amerika Serikat Berkontribusi pada Agenda Ekonomi Indonesia
Laporan yang diterbitkan oleh US—ASEAN Business Council (USABC) menunjukkan bahwa 35 perusahaan Amerika Serikat (AS) mendukung berbagai agenda ekonomi yang diusung oleh Presiden Prabowo Subianto. Fokus utama dari keterlibatan perusahaan-perusahaan tersebut adalah pengembangan talenta digital, investasi, serta transformasi sektor pertanian.
Dalam laporan ini, USABC mencatat bahwa sejak tahun 2003 hingga 2025, perusahaan-perusahaan AS telah menciptakan lebih dari satu juta lapangan kerja di berbagai sektor di Indonesia. Mulai dari energi dan pertanian hingga manufaktur dan teknologi digital, kontribusi ini sangat signifikan dalam memperkuat perekonomian negara.
Selain itu, lebih dari lima juta individu di Indonesia telah menerima pelatihan keterampilan digital. Pelatihan ini mencakup bidang seperti komputasi awan (cloud computing), keamanan siber, dan kecerdasan buatan (AI). Hal ini membantu meningkatkan kemampuan tenaga kerja Indonesia dalam menghadapi tantangan era digital.
Di bidang pendidikan, lebih dari 60.000 siswa dan pendidik telah dijangkau melalui berbagai inisiatif yang fokus pada sains, teknologi, rekayasa, dan matematika (STEM). Selain itu, lebih dari 300.000 penerima manfaat telah dibantu melalui program kesehatan, sosial, dan lingkungan.
Presiden & CEO Interim USABC, Duta Besar Brian McFeeters, menjelaskan bahwa perusahaan-perusahaan AS tidak hanya berinvestasi secara finansial, tetapi juga berperan dalam membangun fondasi pertumbuhan jangka panjang. Menurutnya, laporan ini menggambarkan bagaimana bisnis AS berkontribusi pada setiap area prioritas ekonomi ambisius Presiden Prabowo melalui investasi langsung, pengembangan tenaga kerja, dan transfer teknologi.
Strategic Communications Lead USABC Prelia Moenandar menyampaikan bahwa laporan BISA merupakan refleksi nyata dari kemitraan yang berorientasi pada dampak jangka panjang. Ia berharap semangat ini dapat memperkuat sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat menuju visi Indonesia Emas 2045.
Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Nurul Ichwan menekankan pentingnya memperkuat kemitraan ekonomi antara Indonesia dan AS. Menurutnya, AS selalu menjadi salah satu investor asing terbesar di Indonesia. Namun yang lebih penting adalah bagaimana investasi tersebut membawa transfer teknologi dan peningkatan kapasitas SDM Indonesia.
Menurut Nurul, jika Indonesia ingin mencapai visi Indonesia Emas 2045, maka hal-hal mendasar seperti penguasaan teknologi dan kualitas tenaga kerja harus menjadi prioritas.
Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Transfer Teknologi
Dari sektor energi, VP Communications & External Affairs bp Indonesia Desy “Becky” Unidjaja menjelaskan bahwa proyek Tangguh LNG di Teluk Bintuni, Papua Barat, menjadi contoh pengembangan SDM lokal dan transfer teknologi industri. bp berkomitmen bahwa 85% pekerja mereka di Tangguh LNG harus berasal dari Papua. Pembangunan sumber daya manusia menjadi bagian penting dari keberlanjutan operasi perusahaan.
Dari sektor teknologi, Government Affairs & Public Policy Manager Google Indonesia Agung Pamungkas menyampaikan bahwa perusahaan merancang program Bangkit Bersama AI untuk mendukung transformasi digital Indonesia. Program ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan generasi muda dalam bidang teknologi.
Sementara itu, Corporate Social Responsibility Leader IBM Indonesia Rina Suryani menegaskan bahwa peningkatan literasi digital menjadi pondasi penting dalam memperkuat daya saing nasional. IBM menargetkan untuk upskill dua juta orang di bidang AI dan membantu lembaga pendidikan mengintegrasikan keterampilan digital dalam kurikulum nasional.
Adapun dari sektor pertanian, APAC Agricultural Policy Program Manager Corteva Agriscience Suandi Tanuwijanto menegaskan bahwa teknologi dan inovasi berkelanjutan adalah kunci peningkatan produktivitas sekaligus ketahanan pangan nasional. Ia percaya bahwa dampak sektor swasta tidak hanya datang dari teknologi, tetapi juga dari trickle-down effect yang memperkuat ekonomi masyarakat.
Komentar
Kirim Komentar