
Demonstrasi Aliansi Paguyuban Ambalau di Kota Ambon
Aliansi Paguyuban Ambalau melakukan aksi demonstrasi di depan Hotel Santika Premiere, Kota Ambon, pada Rabu (17/12/2025). Aksi ini dilakukan untuk menuntut pihak kepolisian agar segera menyelesaikan proses penanganan kasus penikaman yang diduga masih dalam kondisi stagnan.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Korban dari peristiwa tersebut adalah Hawa Bahta (50), seorang pedagang petasan musiman yang ditikam pada Kamis (11/12/2025) dini hari lalu di depan kampus PGSD Universitas Pattimura Ambon. Peristiwa ini memicu kekecewaan besar dari masyarakat dan keluarga korban, sehingga mereka menggelar aksi unjuk rasa sebagai bentuk protes terhadap penanganan kasus yang dinilai tidak optimal.
Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa massa aksi menyampaikan aspirasi mereka secara bergantian melalui orasi. Salah satu orator, Hidayat Polpoke, menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ada tindakan nyata yang dilakukan oleh pihak kepolisian terkait kasus penikaman brutal tersebut.
Selain itu, para peserta aksi juga menuntut pencopotan Kapolsek Nusaniwe dan Kapolres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease karena dinilai gagal dalam menangani kasus ini. Mereka menilai bahwa kedua pejabat tersebut tidak mampu memberikan perlindungan yang cukup kepada masyarakat, terutama setelah pelaku penikaman hingga kini belum juga tertangkap.
Sementara itu, korban saat ini sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara. Hal ini semakin memperkuat tuntutan masyarakat agar kasus ini segera diusut tuntas dan pelaku segera ditangkap.
Massa aksi juga membawa berbagai spanduk dengan tulisan-tulisan yang mencerminkan kekecewaan mereka terhadap sistem penegakan hukum. Beberapa spanduk yang terlihat antara lain:
- "Usut tuntas segera tangkap pelaku."
- "Kami bersama mama Hawa Bhata, Korban."
- "Copot Kapolsek Nusaniwe."
Aksi ini kemudian berlanjut dengan massa aksi menuju Mapolda Maluku. Di sana, mereka mendesak Kapolda Maluku untuk segera mengusut tuntas kasus penikaman tersebut. Tuntutan ini disampaikan dengan penuh semangat dan kesadaran akan pentingnya keadilan dalam sistem hukum.
Dalam aksi ini, masyarakat juga menunjukkan solidaritas mereka terhadap korban dan keluarganya. Mereka percaya bahwa keadilan harus ditegakkan tanpa memandang status atau posisi seseorang. Dengan adanya demonstrasi ini, diharapkan dapat menjadi momentum bagi pihak kepolisian untuk lebih responsif dan transparan dalam menangani kasus-kasus serupa di masa depan.
Komentar
Kirim Komentar