
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Peran Strategis KEK Mandalika dalam Perekonomian Nasional
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang dikembangkan oleh InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) kini memasuki babak baru. KEK ini tidak hanya berperan sebagai destinasi pariwisata, tetapi juga sebagai mesin penggerak ekonomi kawasan. Dengan peran strategisnya sebagai sportstainment destination sekaligus value creator (kreator nilai), KEK Mandalika mampu menciptakan dampak ekonomi yang signifikan.
Salah satu aspek utama dalam pengembangan KEK Mandalika adalah pemanfaatan Pertamina Mandalika International Circuit sebagai traffic puller di kawasan. Direktur Utama ITDC, Ahmad Fajar, menjelaskan bahwa setiap aktivasi di sirkuit dan kawasan dirancang untuk menciptakan multiplier effect (efek ganda) yang nyata. Efek ini terwujud melalui peningkatan kunjungan wisatawan, penguatan perputaran ekonomi lokal, hingga penyerapan tenaga kerja.
Inisiatif Strategis di KEK Mandalika
Saat ini, ITDC sedang menyiapkan sejumlah inisiatif strategis di KEK Mandalika. Beberapa di antaranya termasuk masuknya brand internasional, pengembangan marina untuk memperkuat konektivitas laut, serta pembentukan eastern premium zone (zona premium timur). Selain itu, penguatan central zone sebagai tuan rumah event global, serta komersialisasi kawasan hunian dan ritel dan lifestyle (gaya hidup) untuk mendukung aktivitas ekonomi jangka panjang.
Pertamina Mandalika International Circuit juga telah menjadi tempat penyelenggaraan berbagai ajang internasional. Salah satunya adalah MotoGP Indonesia, yang berhasil menciptakan dampak ekonomi hingga Rp 4,96 triliun dan menyerap lebih dari 3.000 tenaga kerja lokal. Jumlah penonton yang hadir mencapai 140.324 orang.
Selain itu, sirkuit ini mencatat lebih dari 309 aktivasi per tahun yang mencakup olahraga internasional, hiburan, budaya, dan kegiatan komunitas. Aktivasi yang berlangsung secara berkelanjutan tersebut mendorong progres ekosistem usaha di kawasan The Mandalika.
Tumbuhnya UMKM dan Infrastruktur di Kawasan
Kehadiran 128 homestay, 965 kamar hotel, puluhan restoran, serta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta fasilitas pendukung pariwisata lainnya menjadi bukti tumbuhnya UMKM di kawasan. Tingkat okupansi hotel saat ini berada di kisaran 54 persen per tahun, serta meningkatnya kepercayaan investor terhadap KEK Mandalika sebagai KEK pariwisata.
Investasi yang Mengalir ke KEK Mandalika
Hingga Kuartal IV Tahun 2025, total investasi yang telah masuk ke KEK Mandalika mencapai angka Rp 5,73 triliun dengan estimasi Internal Rate of Return (IRR) sebesar 11,2 persen. Angka ini mencerminkan daya tarik KEK Mandalika sebagai destinasi investasi yang kompetitif dan berkelanjutan.
KEK Mandalika memiliki luas kawasan 1.175 hektar dengan garis pantai sepanjang 16 kilometer, serta didukung oleh infrastruktur strategis yang terintegrasi. Kawasan ini dilengkapi dengan sirkuit bertaraf internasional, hotel, kawasan komersial, dan konektivitas yang memadai melalui bypass Bandara Internasional Lombok.
Fasilitas yang Mendukung Investasi
KEK Mandalika juga memperoleh berbagai fasilitas fiskal dan non-fiskal, seperti insentif pajak, pembebasan bea masuk, serta skema pemanfaatan lahan jangka panjang hingga 80 tahun. Fasilitas ini memberikan kepastian dan daya tarik bagi investor.
Dengan konsep sportstainment ecosystem, KEK Mandalika terintegrasi dalam satu masterplan yang mencakup pengembangan motosport, watersport, golf course, hingga equestrian. Dengan begitu, kawasan ini mampu memperluas segmentasi pasar wisata sekaligus membuka peluang investasi lintas sektor.
Harapan ITDC untuk KEK Mandalika
ITDC berharap pengalaman pengelolaan KEK Mandalika dapat menjadi best practice bagi pengembangan KEK lainnya di Indonesia. Sejalan dengan itu, KEK Mandalika juga bertujuan memperkuat posisi sebagai ikon transformasi pariwisata nasional berbasis event, investasi, dan dampak ekonomi nyata.
Komentar
Kirim Komentar