Video Viral yang Menggemparkan Dunia

Sebuah video yang viral di media sosial menunjukkan tindakan heroik seorang warga sipil bernama Ahmed al Ahmed, yang berhasil merebut senjata dari pelaku penembakan massal di Pantai Bondi, Sydney, Australia. Kejadian ini terjadi saat ratusan orang berkumpul untuk merayakan hari pertama Hanukkah, festival keagamaan Yahudi.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Video tersebut telah diverifikasi oleh BBC dan The Sydney Morning Herald. Dalam rekaman itu, Ahmed, yang mengenakan kemeja putih atau biru muda dan celana hitam, tampak bersembunyi di balik mobil yang terparkir. Setelah cukup dekat dengan pelaku penembakan, ia langsung menyerang dan melingkarkan lengannya di sekitar pria bersenjata tersebut. Mereka kemudian bergulat hingga Ahmed berhasil merebut senapan dari tangan pelaku.
Setelah berhasil mendapatkan senjata, Ahmed mengarahkan senapan ke arah pelaku. Pelaku pun mundur kembali ke jembatan sementara Ahmed meletakkan senapan di bawah pohon dan mundur sambil mengangkat tangan ke udara, sebagai tanda bahwa dirinya bukan salah satu penembak. Selain itu, seorang warga sipil lainnya terlihat mengejar pelaku dan melemparkan sesuatu ke arahnya saat ia berjalan menuju jembatan.
Rekaman lain menunjukkan bahwa pelaku penembakan kemudian bergabung kembali dengan penyerang lainnya di jembatan dan kembali melakukan penembakan. Insiden ini menjadi salah satu peristiwa terburuk dalam sejarah Australia dalam 29 tahun terakhir.
Kehidupan Ahmed dan Kondisi Kesehatannya
Ahmed berasal dari Sutherland Shire, Sydney. Ia memiliki toko buah dan merupakan ayah dari dua anak. Saat kejadian, ia sedang mengunjungi Pantai Bondi dan tidak memiliki pengalaman menggunakan senjata api. Sayangnya, ia kini masih dirawat di rumah sakit setelah mengalami luka tembak di lengan dan tangan.
Menurut sepupunya, Mustafa, Ahmed adalah seorang pahlawan. "Dia adalah seorang pahlawan, 100% dia adalah seorang pahlawan. Dia terkena dua tembakan, satu di lengannya dan satu di tangannya," ujarnya kepada 7News Australia.
Mustafa juga menyampaikan bahwa kondisi Ahmed pada malam kejadian belum stabil. "Saya baru saja mendapat telepon dari dokter, dan saya akan menemuinya. Saya tidak bisa memberi Anda kabar terbaru sampai saya bertemu dengannya," kata Mustafa.
Ia berharap warga Australia dapat mendoakan kesembuhan Ahmed. "Dia memiliki dua anak perempuan, berusia lima dan enam tahun," tambahnya.
Penembakan Massal di Pantai Bondi
Insiden penembakan massal di Pantai Bondi terjadi saat ratusan orang berkumpul untuk merayakan hari pertama Hanukkah. Festival Cahaya Yahudi ini memperingati kemenangan Kaum Makabe atas bangsa Seleukia dan pentahbisan kembali Bait Suci di Yerusalem sekitar tahun 164 SM.
Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menyebut insiden ini sebagai tindakan kejahatan murni, antisemitisme, dan terorisme. "Hari ini, seluruh warga Australia merangkul mereka (para korban). Dan mengatakan kami berdiri bersama kalian. Kami akan melakukan apa pun yang diperlukan untuk memberantas anti-Semitisme," katanya.
Menurut laporan dari The Guardian, sebanyak 16 orang meninggal dunia dalam kejadian ini, termasuk satu anak. Sedangkan CNN dan BBC melaporkan jumlah korban tewas sebanyak 15 orang. Sebanyak 40 orang lainnya masih dirawat di rumah sakit, dengan usia korban berkisar antara 10 hingga 87 tahun.
Identitas Pelaku dan Penyelidikan Polisi
Kepolisian New South Wales telah mengidentifikasi dua tersangka pelaku penembakan massal di Pantai Bondi, yaitu Sajid Akram, 50 tahun, dan putranya Naveed Akram, 24 tahun. Pria yang lebih tua ditembak oleh polisi dan meninggal di tempat kejadian. Sementara Naveed Akram mengalami luka kritis dan dibawa ke rumah sakit dengan pengawalan polisi.
Komisaris polisi Mal Laynon mengonfirmasi bahwa polisi tidak mencari penembak ketiga. "Pria berusia 50 tahun itu adalah pemegang izin senjata api," kata dia. "Dia memiliki enam senjata api yang terdaftar atas namanya. Kami yakin bahwa kami telah menyita enam senjata api dari lokasi kejadian kemarin, dan juga sebagai hasil dari penggeledahan di alamat Campsie."
Polisi menyatakan penembakan ini sebagai insiden terorisme. Laynon juga menyebut bahwa polisi menemukan dua alat peledak ‘sederhana’ di lokasi kejadian.
Komentar
Kirim Komentar