
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Kebiasaan Harian yang Mengurangi Fokus dan Produktivitas
Banyak orang bekerja keras setiap hari, merasa sibuk dan produktif, tetapi tetap merasa bahwa kemajuan mereka stagnan. Ternyata, bukan sekadar jumlah jam kerja yang menentukan hasil, melainkan bagaimana energi, fokus, dan perhatian digunakan. Kebiasaan sehari-hari yang tampak sepele sering kali diam-diam merusak produktivitas, menguras konsentrasi, dan bahkan menekan potensi penghasilan secara signifikan.
Berikut adalah beberapa kebiasaan harian yang terbukti mengurangi fokus dan produktivitas:
1. Mencoba Multitasking
Banyak orang masih salah memahami konsep multitasking. Berdasarkan penelitian pada tahun 2006, bekerja pada banyak tugas sekaligus justru dapat menurunkan produktivitas hingga 40 persen dibandingkan jika seseorang fokus pada satu pekerjaan dalam satu waktu. Hal ini terjadi karena otak manusia tidak benar-benar mampu melakukan banyak hal bersamaan, melainkan terus berpindah dari satu tugas ke tugas lain yang akhirnya menguras energi dan konsentrasi.
Dengan berfokus pada satu hal hingga selesai, kualitas dan kecepatan kerja dapat meningkat, bahkan memberikan hasil yang lebih bernilai dibandingkan saat mencoba melakukan banyak hal sekaligus.
2. Bekerja Tanpa Mengambil Istirahat
Salah satu kebiasaan yang tampak produktif tetapi sebenarnya merusak fokus adalah bekerja tanpa henti. Berdasarkan penelitian pada tahun 2024, karyawan dengan kinerja paling tinggi ternyata bekerja dalam sesi fokus selama sekitar 52 menit, kemudian beristirahat selama 17 menit. Kunci dari kebiasaan ini adalah istirahat yang bersifat strategis, bukan sekadar berhenti sejenak untuk memeriksa ponsel.
Istirahat yang efektif berarti benar-benar menjauh dari pekerjaan, bergerak, atau melakukan aktivitas ringan yang memberi kesempatan otak untuk pulih.
3. Memeriksa Ponsel di Pagi Hari
Banyak orang tidak menyadari bahwa kebiasaan memeriksa ponsel segera setelah bangun tidur sebenarnya merusak fokus. Mengutip dari Cal Newport, ponsel pintar telah menciptakan era di mana otak dapat dengan mudah mengalihkan perhatian dari rasa bosan sekecil apa pun, sehingga memulai pagi dengan cara ini melatih otak untuk menghindari kebosanan.
Padahal, pekerjaan yang membutuhkan fokus mendalam cenderung membosankan karena hanya berpusat pada satu hal, dan jika otak terbiasa menghindari kebosanan, kemampuan untuk fokus akan menurun.
4. Menjaga Ponsel dalam Pandangan Saat Bekerja
Menariknya, ponsel dapat mengganggu produktivitas bahkan saat tidak digunakan. Penelitian pada tahun 2017 menunjukkan bahwa meletakkan ponsel di dekat diri dapat menurunkan kapasitas kognitif hingga 10 persen, meskipun ponsel dimatikan dan menghadap ke bawah, karena otak tetap menggunakan energi untuk menahan dorongan memeriksanya.
5. Mengerjakan Tugas yang Mudah Dahulu Daripada yang Sulit
Banyak orang berpikir bahwa memulai hari dengan tugas-tugas mudah akan membangun momentum, tetapi kenyataannya justru sebaliknya. Menghabiskan energi terbaik pada pekerjaan ringan membuat seseorang kelelahan saat menghadapi tugas yang lebih penting dan menantang. Kebiasaan ini secara tidak langsung menahan potensi karena waktu dan energi terbaik digunakan untuk aktivitas bernilai rendah.
Dengan memprioritaskan tugas tersulit dan paling penting di awal hari, seseorang dapat memanfaatkan jam kerja terbaik untuk pekerjaan yang memberikan dampak terbesar.
6. Bekerja Tanpa Prioritas yang Jelas
Salah satu kebiasaan yang sering merusak produktivitas adalah tetap sibuk tanpa mengetahui apa yang sebenarnya penting. Ketika tidak ada umpan balik yang jelas tentang tindakan mana yang berdampak pada hasil nyata, orang cenderung melakukan hal yang paling mudah atau paling mendesak, bukan yang paling bernilai.
Dalam praktiknya, hal ini membuat seseorang tampak produktif, tetapi tidak benar-benar membuat kemajuan pada hal-hal yang signifikan. Dengan memulai hari dengan menetapkan satu hingga tiga prioritas utama, fokus menjadi lebih jelas.
7. Waktu Tidur Kurang
Salah satu kebiasaan yang paling merusak produktivitas adalah mengabaikan tidur. Secara ilmiah, kurang tidur menurunkan kecepatan respons, kewaspadaan, perhatian, memori, persepsi, dan fungsi eksekutif. Mengorbankan tidur untuk bekerja lebih lama justru menurunkan kualitas pengambilan keputusan, kreativitas, dan fokus, sehingga “waktu ekstra” yang diperoleh sering kali tidak efektif.
Dengan memprioritaskan 7-8 jam tidur berkualitas, produktivitas meningkat karena jam kerja menjadi lebih efisien dan berkualitas tinggi.
Komentar
Kirim Komentar