6 Peristiwa Populer Kalbar: Serangan 15 WNA Beijing Terhadap 5 Anggota TNI di Ketapang

6 Peristiwa Populer Kalbar: Serangan 15 WNA Beijing Terhadap 5 Anggota TNI di Ketapang

Media sosial sedang heboh membicarakan topik ini. Banyak netizen yang ingin tahu kebenaran di balik 6 Peristiwa Populer Kalbar: Serangan 15 WNA Beijing Terhadap 5 Anggota TNI di Ketapang. Berikut fakta yang berhasil kami rangkum.

Berita Terpopuler Kalimantan Barat: Serangan 15 WNA ke 5 Anggota TNI dan Kecelakaan Maut Pelajar SMA

Berikut adalah rangkuman berita terpopuler di Kalimantan Barat (Kalbar) pada periode 17 Desember hingga 18 Desember 2025. Beberapa insiden menarik perhatian masyarakat, mulai dari serangan yang melibatkan warga negara asing hingga kecelakaan yang menyebabkan kematian.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

1. Serangan 15 WNA Asal Beijing ke 5 Anggota TNI di Kabupaten Ketapang

Pada Minggu, 14 Desember 2025 sekitar pukul 15.40 WIB, lima anggota TNI di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat diserang oleh 15 Warga Negara Asing (WNA) asal Beijing. Insiden ini terjadi di area PT Sultan Rafli Mandiri (SRM), tempat para anggota TNI sedang menjalani latihan dalam satuan.

Menurut Kapendam XII/Tpr, Kolonel Inf Yusub Dody Sandra, serangan dilakukan menggunakan senjata tajam hingga air softgun. Hingga saat ini, penyebab pasti serangan masih dalam penyelidikan.

2. 15 WNA Tiongkok Jalani Pemeriksaan di Imigrasi Ketapang

Setelah kejadian tersebut, 15 orang WNA asal Tiongkok diperiksa oleh petugas imigrasi bersama pihak terkait dari kepolisian dan TNI. Pemeriksaan dilakukan untuk mencari benang merah terkait dugaan peristiwa penyerangan tersebut.

Kepala Seksi Teknologi dan Informasi Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas II Ketapang, Ida Bagus Putu Widia Kusuma, mengungkapkan bahwa para WNA saat ini sedang menjalani pemeriksaan di kantor imigrasi. Proses ini dilakukan untuk memastikan kejelasan situasi dan mencegah terulangnya insiden serupa.

3. Demo Orang Tua Murid Akibat Pemecatan Kepala Sekolah dan Operator

Di Sintang, puluhan orang tua murid bersama anggota Komite Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif (MIM) Labschool Sintang mendatangi Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sintang. Mereka memprotes pemecatan kepala sekolah dan operator MIM Labschool Sintang, serta menuntut agar jabatan keduanya dikembalikan seperti semula.

Persoalan bermula dari adanya surat pengelolaan MIM Labschool Sintang yang tidak sah dan tidak melalui mekanisme yang benar. Hal ini menyebabkan kepala sekolah dipindahkan bahkan diberhentikan, begitu juga dengan operator sekolah.

4. Penanganan ODGJ di Pontianak Mengacu Standar Pelayanan Minimal (SPM)

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Kota Pontianak, Diana, menjelaskan bahwa penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dilakukan sesuai pembagian kewenangan Standar Pelayanan Minimal (SPM) antarinstansi. Dinsos hanya bertanggung jawab atas ODGJ yang terlantar, yaitu mereka yang tidak diketahui keberadaan maupun identitas keluarganya.

Sementara itu, ODGJ yang masih diketahui keluarganya menjadi kewenangan Dinas Kesehatan. Diana menekankan bahwa ODGJ tidak dapat dikenakan sanksi karena keterbatasan kondisi kejiwaan yang dialami.

5. Pelajar SMA Meninggal Tenggelam di Kolam JC Oevang Oeray

Seorang remaja laki-laki bernama Manuel Fedri (18) meninggal dunia setelah tenggelam di Kolam Renang JC Oevang Oeray, Jalan Letkol Sugiono, Kecamatan Pontianak Selatan, pada Senin, 15 Desember 2025. Korban merupakan pelajar kelas XII SMA dan tergabung dalam rombongan Pemuda Gereja Kristus Yesus yang sedang melaksanakan kegiatan rekreasi.

Rombongan tiba di kolam renang sekitar pukul 14.50 WIB menggunakan kendaraan pribadi. Berdasarkan keterangan saksi dan hasil rekaman CCTV, korban sempat kesulitan berenang dan berusaha meminta tolong sebelum akhirnya tenggelam.

6. Kronologi Pelajar SMA Tewas Tenggelam Usai Masuk Kolam 1,8 Meter

Manuel Fedri, siswa SMA kelas XII, meninggal dunia setelah masuk ke kolam dengan kedalaman sekitar 1,8 meter. Saat kejadian, ia tergabung dalam rombongan Pemuda Gereja Kristus Yesus yang sedang melakukan kegiatan rekreasi bersama di lokasi tersebut.

Berdasarkan keterangan saksi dan hasil rekaman CCTV, korban sempat terlihat kesulitan berenang dan berusaha meminta tolong sebelum akhirnya tenggelam. Kejadian ini mengejutkan masyarakat dan memicu perhatian lebih besar terhadap keselamatan di tempat-tempat umum.

Kesimpulan: Bagaimana menurut Anda kejadian ini? Jangan lupa share artikel ini agar teman-teman Anda tidak ketinggalan info viral ini.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar