6 Inovasi AI Percepat Birokrasi Efisien

6 Inovasi AI Percepat Birokrasi Efisien

Dunia gadget kembali ramai dengan kabar terbaru. Sorotan publik kali ini tertuju pada 6 Inovasi AI Percepat Birokrasi Efisien yang membawa inovasi baru. Berikut ulasan lengkapnya.

Inovasi Kemenko PMK Berbasis Kecerdasan Buatan

Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) telah meluncurkan enam inovasi berbasis kecerdasan buatan (KA) yang merupakan hasil dari Bulan Inovasi Birokrasi Berbasis Kecerdasan Artifisial 2025. Keenam inovasi ini dinilai paling siap diimplementasikan untuk meningkatkan efisiensi, akuntabilitas, dan kualitas pelayanan publik.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menegaskan bahwa aparatur sipil negara (ASN) harus mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi. Ia menyatakan bahwa “Yang jelas adalah manusia tanpa AI akan digantikan oleh manusia dengan AI. Oleh karena itu, mau tidak mau kita harus update perkembangan teknologi ini untuk kebaikan.”

Berikut adalah enam inovasi unggulan hasil kompetisi internal Kemenko PMK:

  1. SI-OPTIMA, aplikasi untuk analisis dokumen dan rekomendasi otomatis

    Aplikasi SI-OPTIMA dikembangkan oleh Biro Manajemen Kinerja, Kerja Sama, dan SDM. Aplikasi ini menganalisis dokumen perencanaan dan pelaporan untuk menyelaraskan kinerja dengan anggaran.
    SI-OPTIMA juga memberikan rekomendasi otomatis agar penggunaan sumber daya publik lebih tepat sasaran.

  2. SAPA AI, memantau realisasi anggaran melalui platform percakapan

    Aplikasi SAPA AI merupakan inovasi dari Biro Digitalisasi dan Pengelolaan Informasi, yang memungkinkan pemantauan realisasi anggaran melalui platform percakapan seperti WhatsApp.
    Teknologi ini mempercepat pengambilan keputusan strategis dan memperkuat akuntabilitas.

  3. OH² (One Health Hub), aplikasi untuk prediksi potensi wabah penyakit

    Aplikasi OH² (One Health Hub) dikembangkan oleh Asisten Deputi Peningkatan Kapasitas dan Ketahanan Kesehatan. Platform ini mengintegrasikan data manusia, hewan, dan lingkungan untuk memprediksi potensi wabah penyakit.
    Sistem ini menjadi langkah awal menuju kebijakan kesehatan yang proaktif dan berbasis bukti ilmiah.

  4. AURORA, deteksi risiko anggaran secara otomatis

    AURORA merupakan karya dari Inspektorat Kemenko PMK. Aplikasi ini berfungsi sebagai asisten audit cerdas yang mendeteksi risiko anggaran secara otomatis.

  5. PMK Legal Solutions, percepat proses konsultasi regulasi internal

    Aplikasi PMK Legal Solutions dibuat oleh Biro Hukum, Organisasi, dan Tata Laksana. Inovasi ini menghadirkan asisten hukum berbasis KA yang mempercepat proses konsultasi regulasi internal.
    Fitur ini diharapkan meningkatkan efisiensi dan ketepatan dalam pembuatan kebijakan hukum di lingkungan Kemenko PMK.

  6. Gizi Growly, memantau gizi dan stunting secara real time

    Aplikasi Gizi Growly, dikembangkan oleh Asisten Deputi Peningkatan Gizi dan Pencegahan Stunting. Aplikasi ini menyediakan dasbor pemantau kondisi gizi dan stunting secara real-time.
    Teknologi ini membantu pengambilan intervensi yang tepat sasaran.

Enam inovasi ini menjadi tonggak penting transformasi digital di Kemenko PMK. Melalui pendekatan berbasis data dan teknologi, lembaga ini berkomitmen menciptakan birokrasi yang lebih efisien, cerdas, dan adaptif terhadap kemajuan teknologi.

Kesimpulan: Bagaimana komentar Anda mengenai teknologi ini? Apakah sesuai ekspektasi Anda? Sampaikan opini Anda di kolom komentar di bawah.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar