5 Fakta Tersembunyi Kota Tua Montenegro di Balik Gunung

5 Fakta Tersembunyi Kota Tua Montenegro di Balik Gunung

Media sosial sedang heboh membicarakan topik ini. Banyak netizen yang penasaran kebenaran di balik 5 Fakta Tersembunyi Kota Tua Montenegro di Balik Gunung. Berikut fakta yang berhasil kami kumpulkan.

Kota Kotor: Perpaduan Sejarah dan Keindahan yang Tersembunyi di Balik Gunung

Terletak di Teluk Kotor yang tenang, kota kecil Kotor di Montenegro menyimpan sejarah panjang dan keindahan yang seolah terperangkap dalam waktu. Dikelilingi oleh pegunungan curam dan laut biru Adriatik, kota ini terlihat seperti lukisan hidup dari abad pertengah. Setiap sudut jalannya menampilkan perpaduan budaya Romawi, Venesia, dan Balkan yang bertahan selama berabad-abad.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Meskipun ukurannya kecil, Kotor punya daya pikat besar bagi penjelajah sejarah dan pencinta arsitektur kuno. Kota ini sempat menjadi pusat maritim penting di masa kekaisaran Venesia, yang meninggalkan warisan seni dan bangunan megah. Berikut 5 fakta menarik kota yang tersembunyi di balik gunung ini.

1. Dikelilingi Tembok Benteng yang Menyusuri Gunung


Benteng Kotor bukan hanya berdiri di sekitar kota, tapi juga menjalar naik ke gunung setinggi lebih dari 250 meter. Struktur batu ini membentuk jalur zigzag sepanjang 4,5 kilometer yang terlihat megah dari kejauhan. Dari atas benteng, pengunjung bisa melihat panorama spektakuler Teluk Kotor yang dijuluki fjord Mediterania.

Pembangunan benteng ini dimulai sejak abad ke-9 dan diperluas oleh Republik Venesia pada abad ke-15. Selama berabad-abad, tembok tersebut berfungsi melindungi kota dari serangan laut dan penjajah. Kini, jalur pendakiannya menjadi ikon wisata paling menantang di Montenegro.

2. Jalanannya Seperti Labirin Abad Pertengahan


Kotor terkenal karena tata kotanya yang berliku-liku tanpa pola jelas—seolah dirancang untuk membuat pengunjung tersesat. Jalan sempit, lorong batu, dan alun-alun tersembunyi menciptakan suasana misterius yang menawan. Tidak heran jika banyak wisatawan menyebut Kotor sebagai labirin Venesia di Balkan.

Desain rumit ini sebenarnya dibuat dengan alasan pertahanan. Struktur berliku membuat pasukan musuh sulit menyerbu langsung ke jantung kota. Kini, jalan-jalan kecil ini justru menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang ingin tersesat dengan indah di masa lalu.

3. Warisan Arsitektur Venesia yang Masih Terjaga


Selama hampir 400 tahun, Kotor berada di bawah kekuasaan Republik Venesia. Pengaruh arsitektur Italia terlihat jelas di fasad bangunan, menara lonceng, hingga jendela batu bergaya gotik. Gereja Saint Tryphon yang dibangun tahun 1166 menjadi simbol kuat warisan Venesia di kota ini.

Yang menarik, masyarakat Kotor tetap mempertahankan desain aslinya meskipun modernisasi mulai masuk. Pemeliharaan dilakukan dengan sangat hati-hati agar bahan dan warna batu tetap otentik. Karena itulah, kota ini sering dijuluki Venesia kecil tanpa kanal.

4. Pernah Dikuasai Banyak Bangsa dalam Sejarah


Kotor adalah kota yang sering berganti bendera. Sepanjang sejarahnya, kota ini pernah berada di bawah kekuasaan Romawi, Bizantium, Venesia, Austria-Hungaria, hingga Yugoslavia. Setiap masa pemerintahan meninggalkan jejak budaya, bahasa, dan seni yang kini berpadu unik di seluruh kota.

Campuran pengaruh itu terlihat dari gereja Katolik dan Ortodoks yang berdiri berdampingan, serta festival yang memadukan unsur Latin dan Slavia. Masyarakat lokal bangga dengan keberagaman itu dan menjadikannya identitas tersendiri. Inilah yang membuat Kotor terasa seperti museum hidup lintas peradaban.

5. Rumah Bagi Salah Satu Festival Laut Tertua di Eropa


Setiap tahun, Kotor merayakan Boka Night, festival laut yang sudah ada sejak abad ke-18. Dalam perayaan ini, kapal-kapal dihias lampu warna-warni dan berparade di Teluk Kotor sambil diiringi musik tradisional. Malam itu, seluruh kota bersinar seperti pesta cahaya di tengah laut.

Festival ini awalnya digelar oleh para pelaut lokal sebagai penghormatan pada dewa laut dan perlindungan mereka dari badai. Kini, Boka Night menjadi simbol kebanggaan Kotor dan bukti kuat hubungan warganya dengan laut. Tradisi ini memperlihatkan bagaimana sejarah maritim masih hidup di hati penduduk hingga kini.

Selama berabad-abad, Kotor berhasil bertahan dari perang, kekuasaan, dan waktu—tapi tak pernah kehilangan jiwanya. Kota ini adalah cermin tentang bagaimana sejarah bisa hidup berdampingan dengan kehidupan modern. Di antara dinding batu dan semilir laut Adriatik, Kotor terus berbisik: masa lalu tak pernah benar-benar hilang.

Kesimpulan: Bagaimana menurut Anda kejadian ini? Jangan lupa bagikan artikel ini agar teman-teman Anda tidak ketinggalan berita heboh ini.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar