
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Mengatasi Masalah Memori Ponsel dengan Menghapus Aplikasi yang Tidak Diperlukan
Banyak pengguna ponsel Android sering mengeluh tentang memori yang cepat penuh. Padahal, penyebab utamanya bisa berasal dari aplikasi-aplikasi yang jarang diperhatikan. Mulai dari bloatware bawaan pabrikan hingga aplikasi duplikat atau game lama yang sudah tidak dimainkan, semuanya bisa memakan ruang penyimpanan tanpa disadari. Dengan menghapus aplikasi yang tidak penting, ponsel akan terasa lebih ringan, baterai lebih tahan lama, dan performa tetap lancar.
Berikut ini adalah beberapa jenis aplikasi yang sebaiknya segera dihapus dari ponsel Android Anda:
Aplikasi Bloatware yang Sudah Terinstal
Salah satu masalah yang sering dialami pengguna Android adalah keberadaan bloatware, yaitu aplikasi bawaan pabrikan yang otomatis terpasang. Beberapa dari mereka memang berguna, seperti aplikasi kamera tambahan atau alat keamanan. Namun, tidak sedikit juga yang tidak pernah digunakan sama sekali.
Setiap antarmuka Android memiliki jumlah bloatware yang berbeda. Misalnya, OxygenOS (OnePlus) dan Pixel UI (Google) dikenal lebih ringan, sementara One UI (Samsung) atau MIUI (Xiaomi) cenderung memiliki lebih banyak aplikasi bawaan. Contohnya, beberapa HP Xiaomi sering hadir dengan aplikasi cuaca atau toko aplikasi tambahan selain Google Play Store. Jika tidak pernah digunakan, lebih baik hapus atau nonaktifkan agar tidak memakan ruang dan RAM.
Aplikasi Peningkat Performa
Aplikasi seperti RAM cleaner, battery saver, atau game booster sering dijanjikan bisa membuat ponsel lebih cepat. Faktanya, aplikasi ini justru sering menyebabkan performa menurun. Misalnya, saat RAM cleaner menutup aplikasi latar, sistem Android akan membuka ulang karena dianggap penting. Akibatnya, baterai boros dan waktu loading aplikasi malah lebih lama.
Contoh aplikasi pembersih RAM populer seperti “Clean Master” pernah banyak diunduh, tetapi akhirnya dinilai tidak efektif dan bahkan bisa memunculkan iklan mengganggu. Android modern sebenarnya sudah memiliki sistem pengelolaan RAM dan baterai bawaan yang jauh lebih pintar, jadi aplikasi tambahan semacam ini sebaiknya dihapus.
Aplikasi Duplikat dengan Fungsi Sama
Tidak jarang ponsel Android memiliki lebih dari satu aplikasi dengan fungsi serupa. Misalnya, ada Google Chrome dan browser bawaan pabrikan yang sama-sama untuk internet. Atau aplikasi Google Keep bersanding dengan aplikasi catatan bawaan.
Jika keduanya jarang dipakai atau justru membingungkan, sebaiknya pilih salah satu yang lebih nyaman digunakan. Contohnya, banyak orang lebih memilih Chrome karena sinkronisasi dengan akun Google lebih mulus, sehingga browser bawaan bisa dihapus. Hal serupa berlaku untuk aplikasi pesan instan atau backup data: jika satu aplikasi sudah cukup andal, tidak ada alasan menyimpan yang lain.
Aplikasi Game yang Sudah Lama Tidak Dimainkan
Game biasanya memakan ruang penyimpanan besar, apalagi yang berukuran di atas 1 GB dan masih rutin update. Jika sudah tidak pernah dimainkan, sebaiknya segera dihapus. Contohnya, game populer seperti PUBG Mobile atau Genshin Impact bisa menghabiskan belasan gigabyte memori.
Menghapus game lama yang tidak dimainkan memberi ruang baru untuk hal lebih penting, entah itu aplikasi kerja, foto, video, atau game baru yang memang ingin dicoba. Selain itu, sistem juga jadi lebih ringan karena tidak perlu terus-menerus memindai file update game yang tidak digunakan.
Aplikasi yang Sudah Tidak Digunakan
Banyak pengguna sering menginstal aplikasi tertentu karena ikut tren, tapi lama-lama lupa atau tidak lagi dipakai. Contohnya, aplikasi meditasi, aplikasi olahraga, atau aplikasi belajar bahasa yang sudah tidak pernah dibuka berbulan-bulan.
Aplikasi-aplikasi ini hanya akan memenuhi ruang penyimpanan dan mungkin tetap berjalan di latar belakang. Menghapusnya akan membuat ponsel lebih lega, baterai lebih hemat, dan performa lebih stabil. Jika suatu saat dibutuhkan lagi, aplikasi bisa dengan mudah diinstal ulang dari Play Store.
Komentar
Kirim Komentar