4 Masalah Besar Barcelona yang Ganggui Awal Musim Hansi Flick

4 Masalah Besar Barcelona yang Ganggui Awal Musim Hansi Flick

Dunia olahraga tengah menjadi sorotan hari ini. Terkait 4 Masalah Besar Barcelona yang Ganggui Awal Musim Hansi Flick, para fans tentu sudah menanti kepastian beritanya. Simak informasi terbarunya.


Sebelum memasuki jeda internasional pada bulan Oktober, Barcelona mengalami dua kekalahan beruntun dalam waktu lima hari. Jumlah ini sama dengan yang mereka alami sebelumnya sepanjang tahun 2025. Kekalahan pertama terjadi dalam pertandingan pembuka Liga Champions melawan juara bertahan Paris Saint-Germain, di mana Barcelona kalah 1-2. Ini diikuti dengan kekalahan telak 1-4 di tangan Sevilla, yang menunjukkan bahwa performa tim tidak sekuat musim lalu.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Awalnya, Barcelona tampil gemilang dengan tidak terkalahkan dalam tujuh laga pertama. Namun, di balik hasil positif tersebut, sejumlah masalah mulai terungkap yang belum diketahui oleh tim yang sukses meraih treble domestik musim lalu. Kini, setelah jeda dua minggu, diharapkan Hansi Flick telah menemukan cara untuk mengatasi masalah-masalah yang mengakibatkan dua kekalahan beruntun tersebut, sebelum mereka menghadapi Girona di kandang pada hari Sabtu, 18 Oktober.

Menurut laporan dari Sport Illustrated, terdapat empat masalah utama yang mengganggu awal musim Barcelona di bawah kepelatihan Hansi Flick.

Masalah Pertama: Garis Lini Pertahanan Tinggi yang Terekspos

Garis lini pertahanan tinggi yang menjadi andalan Flick kini mulai terekspos. Strategi pertahanan yang agresif dan berani ini sebelumnya mengejutkan lawan, tetapi sekarang justru menjadi titik lemah bagi Blaugrana. Pada pertandingan ketiga musim ini, Rayo Vallecano berhasil memanfaatkan kelemahan tersebut dengan mudah. Penyerang mereka bergerak di belakang garis pertahanan Barcelona dan memberikan umpan diagonal kepada pelari di sayap. Setelah menerima bola, pelari tersebut dapat mengirimkan umpan silang kepada penyerang tengah yang berada dalam posisi onside dan sendirian menghadapi kiper. Ini menunjukkan betapa mudahnya Barcelona dibongkar.

Skema serupa juga terlihat pada gol kemenangan PSG yang dicetak oleh Goncalo Ramos serta gol kedua Sevilla yang mengekspos pertahanan Blaugrana. Kepergian Inigo Martínez di musim panas menjadi sorotan, karena pemain veteran ini adalah sosok penting dalam menjaga kekuatan pertahanan tim. Tanpa kehadirannya, lini belakang Barcelona terlihat berantakan setelah dua bulan berlalu di musim ini. Flick perlu segera mencari cara untuk meningkatkan koordinasi, jarak, dan komunikasi di antara para bek tengah. Selain itu, dia juga harus mempertimbangkan formasi pertahanan yang berbeda agar tidak selalu terjebak dalam situasi berbahaya.

Masalah Kedua: Intensitas Tekanan di Lini Depan

Intensitas tekanan di lini depan menjadi masalah yang berkontribusi pada kelemahan pertahanan. Musim lalu, Barcelona dikenal dengan kemampuan menekan lawan di area pertahanan tinggi. Namun, kali ini, lawan mampu keluar dari tekanan dengan mudah. Barcelona dirancang untuk merebut bola di area lawan, yang memungkinkan mereka menciptakan peluang tanpa harus mundur ke pertahanan sendiri. Jika lawan dibiarkan melewati tekanan, pemain Barcelona terpaksa menguras stamina untuk bertahan. Raphinha, yang tampil baik di depan gawang musim lalu, kini absen karena cedera. Hal ini membuat para penyerang lainnya harus mengambil alih tanggung jawab, dan Flick sangat kecewa dengan kurangnya usaha tim dalam menekan lawan.

Masalah Ketiga: Peran Nomor 10 yang Belum Maksimal

Peran nomor 10 di lini serang Barcelona belum menunjukkan kontribusi signifikan. Dani Olmo dan Fermin Lopez yang mendapatkan banyak menit bermain belum mampu tampil maksimal. Fermin sedang berjuang melawan cedera dan diharapkan segera kembali, sementara performa Olmo juga mengkhawatirkan. Dia kesulitan menciptakan peluang dan mengintensifkan tekanan pada lawan. Olmo, meski tampil buruk, tetap menjadi pilihan utama Flick di posisi tersebut karena minimnya opsi lain. Barcelona berisiko membebani Fermin dengan terlalu banyak menit bermain saat kembali, apalagi Gavi juga absen, sehingga Dro Fernandez menjadi satu-satunya pengganti alami di posisi gelandang serang.

Masalah Keempat: Kebugaran Pemain yang Menjadi Masalah Besar

Kebugaran pemain menjadi masalah besar yang mengganggu Barcelona dalam sepuluh pertandingan terakhir. Meskipun Lamine Yamal dan Fermin hampir pulih, daftar cedera pemain kunci seperti Joan Garcia, Gavi, Raphinha, Olmo, dan Robert Lewandowski masih panjang. Dua nama terakhir adalah yang terbaru terpaksa masuk ruang perawatan. Alejandro Balde dan Frenkie de Jong juga sudah lebih dulu absen. Cedera menjadi masalah yang terus menghantui, terutama di awal musim, ketika Barcelona seharusnya meraih poin-poin penting. Selain itu, para pemain yang sehat terlihat kelelahan di akhir pertandingan, seperti Pedri, Marcus Rashford, Pau Cubarsi, dan Eric Garcia, yang menunjukkan tanda-tanda kelelahan yang mengkhawatirkan.

Flick dan staf pelatihnya harus melakukan evaluasi untuk meningkatkan kebugaran tim secara keseluruhan. Meskipun perjalanan musim ini masih panjang, jika masalah ini tidak segera diatasi, Barcelona berisiko menghadapi kesulitan yang lebih besar di paruh kedua musim ini.

Kesimpulan: Dukung terus atlet/tim kebanggaan Anda. Nantikan terus update pertandingan selanjutnya hanya di portal kami.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar