
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Kondisi Persebaya Surabaya Jelang Laga Lawan Borneo FC
Persebaya Surabaya, yang dikenal sebagai klub dengan basis suporter yang kuat, kini menghadapi tantangan berat dalam laga melawan Borneo FC. Kondisi internal yang tidak stabil dan ketidakpastian di berbagai sektor membuat Green Force terlihat pincang. Dari sisi pelatih hingga persiapan tim, situasi ini menjadi sorotan utama sebelum pertandingan berlangsung.
Masalah Utama: Kursi Pelatih Kepala Kosong
Masalah utama yang dihadapi Persebaya Surabaya adalah kekosongan kursi pelatih kepala. Sejak Eduardo Pérez meninggalkan klub, manajemen belum juga menunjuk pengganti definitif. Untuk sementara, Uston Nawawi, mantan pemain Persebaya, ditunjuk sebagai pelatih caretaker. Ia telah mendampingi tim selama sekitar 30 hari tanpa adanya komunikasi resmi dengan manajemen terkait pelatih baru.
Uston mengakui bahwa ia belum menerima informasi apa pun tentang perubahan tersebut. “Saya belum berkomunikasi dengan manajemen terkait hal tersebut. Saya belum mengetahui soal itu,” ujarnya. Meskipun demikian, ia tetap fokus pada persiapan tim untuk laga berikutnya.
Absennya Uston Nawawi di Pinggir Lapangan
Fakta pertama yang menarik perhatian adalah absennya Uston Nawawi di pinggir lapangan saat Persebaya menghadapi Borneo FC. Ia harus menepi karena akumulasi kartu kuning. Dua kali menerima kartu kuning dalam dua pertandingan terakhir, yaitu melawan Persija Jakarta dan Bhayangkara FC, membuatnya harus melewatkan satu pertandingan berdasarkan regulasi I.League.
Posisi Uston akan digantikan oleh Shin Sang-gyu, pelatih fisik Persebaya. Pengambilan keputusan taktis di tengah laga berpotensi terganggu karena minimnya pengalaman Shin sebagai pelatih utama.
Lawan yang Tangguh: Borneo FC
Fakta kedua yang memperkuat tekanan bagi Persebaya adalah lawan yang dihadapi. Borneo FC datang sebagai pemuncak klasemen sementara Super League. Pertandingan di Stadion Gelora Bung Tomo memberi keuntungan moral, namun kondisi internal Persebaya membuat modal tersebut tidak sepenuhnya kuat.
Ketidakpastian di Posisi Pelatih
Fakta ketiga yang menjadi perhatian adalah ketidakjelasan arah pelatih. Hingga saat ini, manajemen belum memberikan sinyal kapan pelatih kepala baru akan diumumkan. Hal ini menciptakan ketidakpastian dalam strategi jangka panjang tim. Pemain hanya bisa menyesuaikan diri dengan instruksi sementara.
Persiapan Singkat dan Tantangan Taktis
Fakta keempat berkaitan dengan waktu persiapan yang sangat terbatas. Bahkan jika pelatih baru diumumkan, perubahan taktik besar dinilai mustahil. Waktu yang mepet membuat Persebaya Surabaya harus bertahan dengan pola lama. Risiko permainan mudah dibaca lawan pun sulit dihindari.
Kritik dari Suporter Bonek
Situasi pincang ini tak luput dari sorotan Bonek, suporter setia Persebaya. Beberapa komentar menyentil penanganan pemain lokal dan kualitas pemain asing. Salah satu Bonek menyoroti pemanfaatan pemain lokal: “Lokalmu optimalkan jol! Kon lho nduwe Alfan Syuaib, ngosek pol arek iku, eman meh dipajang nang bench tok.”
Kritik lain menyentil kualitas pemain asing Persebaya: “Pembinaan wis apik nemen. Pemain asing yang di atas standar cuma 2 orang.” Ada juga yang menyentil lambannya manajemen: “Bener-bener aneh iki klub, padahal enek kesempatan libur beberapa minggu, malah ora ndang-ndang meresmikan pelatih.”
Kritik Terhadap Prioritas Klub
Sebagian suporter bahkan mempertanyakan prioritas klub. “Iki sidone balbalan ta pabrik bisnis? Kok admin e yapping terus adol tiket, sponsor, buka store,” tulis salah satu Bonek.
Dari sisi bench hingga lapangan, Persebaya Surabaya menghadapi Borneo FC dalam kondisi serba terbatas. Laga ini bukan hanya tentang tiga poin, tetapi juga ujian ketahanan dan arah masa depan Green Force.
Komentar
Kirim Komentar