3 Kekurangan Kang Da Wit Sebagai Hakim di Drakor Pro Bono, Apakah Ambisius?

3 Kekurangan Kang Da Wit Sebagai Hakim di Drakor Pro Bono, Apakah Ambisius?

Kabar pemerintahan kembali hangat diperbincangkan. Mengenai 3 Kekurangan Kang Da Wit Sebagai Hakim di Drakor Pro Bono, Apakah Ambisius?, publik menunggu dampak dan realisasinya. Simak laporannya.

Kekurangan Kang Da Wit sebagai Hakim di Drakor Pro Bono

Kang Da Wit, dikenal sebagai seorang hakim yang selalu berpihak pada rakyat dalam drakor Pro Bono (2025), memiliki peran penting dalam memperjuangkan keadilan bagi masyarakat yang tidak mampu. Meski namanya sangat dikenal dan dihormati, ternyata Kang Da Wit juga memiliki sisi-sisi negatif yang cukup menonjol. Berikut beberapa kekurangan yang dimiliki Kang Da Wit sebagai seorang hakim di drakor Pro Bono.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

1. Terlalu Ambisius untuk Menjadi Hakim Agung


Dengan usianya yang tergolong muda, Kang Da Wit memiliki ambisi besar untuk menjadi seorang hakim agung. Dia punya segudang cara untuk melancarkan usahanya ini. Salah satu caranya adalah menargetkan para kepala dewan, konglomerat, hingga pengusaha kaya raya untuk diadili secara layak di pengadilan.

Dia membangun citra positif untuk keberlangsungan kariernya. Sayangnya, Kang Da Wit jelas punya segudang senior yang turut punya ambisi sama. Mereka juga bisa melakukan segala cara untuk melengserkan Kang Da Wit sebagai salah satu kandidat kuat. Ambisi ini jelas membutakan Kang Da Wit.

Selama ini, Kang Da Wit hanya fokus untuk melakukan segala hal dan menghadapi para senior dengan baik. Sayangnya, dia gak mudah membaca ambisi orang lain yang menggunakannya untuk kepentingan diri sendiri. Pada akhirnya, karier hakim Kang Da Wit harus direlakan setelah tersandung kasus suap yang dinilai merupakan taktik salah satu senior terdekatnya.

2. Berusaha Menarik Atensi Publik untuk Kepentingan Pribadi


Menjadi seorang hakim agung jelas merupakan tanjakan karier yang luar biasa. Hal ini juga membuat Kang Da Wit fokus pada hal tersebut karena akan membantunya dalam mendapatkan pemasukan lebih besar. Gak cukup sampai di sana, Kang Da Wit juga menggunakan nama besarnya untuk membuka publikasi di media sosial.

Kang Da Wit bahkan haus akan sanjungan banyak orang. Setelah menyelesaikan masalah, dia terus mengunggah foto kegiatan di setiap kesempatan. Dia bahkan sangat bahagia setelah pengikutnya bisa naik secara drastis. Gak hanya itu, setiap pekerjaannya juga diwajibkan untuk terus menjadi sorotan publik.

Kang Da Wit menggunakan segala cara untuk membentuk kepribadian internetnya dan publikasi dengan baik. Dia juga gak ragu untuk mengambil seluruh atensi publik dengan mengenal para wartawan.

3. Melakukan Kebaikan Hanya untuk Dapat Rekomendasi


Di kantornya, Kang Da Wit jelas punya atensi tersendiri dari berbagai pegawai. Dia dikenal sangat baik hati dan membantu banyak orang. Salah satunya adalah asisten di kantornya, Yoo I Na (Chae Seo An).

Chae Seo An harus bekerja demi membiayai pengobatan neneknya yang sakit-sakitan. Kondisi ini membuat Kang Da Wit berusaha membantu mendapatkan kamar naratama yang khusus dibayarkan olehnya demi kenyamanan sang nenek. Gak hanya itu, Kang Da Wit juga sangat ramah dengan banyak orang dan mempersiapkan segala sesuatunya agar mendongkrak nama baiknya.

Bahkan, seluruh senior hakim di tempatnya bekerja juga berusaha disikapi dengan baik sekalipun kerap bersikap gak sopan. Bagi Kang Da Wit, segala usahanya ini merupakan caranya untuk mendapat rekomendasi hakim agung melalui suara masyarakat.

Sekalipun perilaku Kang Da Wit ini cukup menjadi kesal, tapi dia juga berusaha merubah perspektifnya setelah bergabung di Tim PB. Namun, apakah Kang Da Wit juga akan mengubah karakternya yang matrealistis di drakor Pro Bono?

Kesimpulan: Mari kita kawal terus perkembangan isu ini. Suarakan aspirasi Anda dengan bijak di kolom komentar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar