1.400 Pekerja Nuklir Di-PHK Akibat Shutdown AS yang Berlarut

1.400 Pekerja Nuklir Di-PHK Akibat Shutdown AS yang Berlarut

Isu politik kembali hangat diperbincangkan. Mengenai 1.400 Pekerja Nuklir Di-PHK Akibat Shutdown AS yang Berlarut, publik menunggu dampak dan realisasinya. Simak laporannya.


Washington DC, aiotrade –
Krisis penutupan pemerintah Amerika Serikat (shutdown AS) yang memasuki minggu keempat mulai menunjukkan dampaknya terhadap sektor keamanan nasional. Dalam situasi ini, sekitar 1.400 pekerja Badan Keamanan Nuklir Nasional (NNSA) mulai ditempatkan dalam cuti tanpa bayaran pada Senin (20/10/2025).

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Kebijakan ini membuat hanya sekitar 400 staf yang tetap bekerja di lembaga yang bertanggung jawab menjaga cadangan senjata nuklir AS tersebut. Ini menjadi pertama kalinya NNSA merumahkan staf selama shutdown AS berlangsung.

Menteri Energi AS Chris Wright dijadwalkan berkunjung ke Situs Keamanan Nasional Nevada untuk menyoroti dampak penutupan terhadap kesiapan sistem penangkal nuklir negara itu.

Berdasarkan data dari Bulletin of the Atomic Scientists, AS memiliki sekitar 5.177 hulu ledak nuklir, dengan 1.770 di antaranya dalam posisi siap operasional. NNSA sendiri berperan dalam merancang, memproduksi, serta mengamankan senjata nuklir tersebut.

Departemen Energi AS, yang menaungi NNSA, memiliki kurang dari 2.000 pegawai federal dan mengawasi sekitar 60.000 kontraktor. Hingga kini, kementerian tersebut belum memberikan tanggapan resmi terkait cuti massal tersebut.

Shutdown Terpanjang dalam Sejarah AS

Penutupan pemerintahan ini telah berlangsung selama 20 hari, menjadikannya salah satu yang terlama dalam sejarah AS. Presiden Donald Trump terus menekan Partai Demokrat agar menyetujui langkah pembukaan kembali pemerintahan.

Direktur Dewan Ekonomi Nasional Gedung Putih, Kevin Hassett, mengatakan bahwa ia memperkirakan penutupan ini bisa berakhir dalam minggu ini. Meski demikian, ia menegaskan pemerintah perlu mempertimbangkan langkah-langkah lebih kuat untuk mendorong Partai Demokrat kembali ke meja perundingan.

Sementara itu, senator Partai Republik menawarkan pemungutan suara guna memperpanjang subsidi perawatan kesehatan bagi 24 juta warga AS, sebagai syarat utama Partai Demokrat untuk mendukung resolusi pendanaan yang sudah disahkan DPR.

Namun, banyak anggota Partai Demokrat menilai kesepakatan yang dirancang Pemimpin Mayoritas Senat John Thune tidak akan berarti tanpa persetujuan Ketua DPR Mike Johnson dan Presiden Trump.

Johnson sendiri berjanji tidak akan membuka kembali sidang DPR hingga penutupan pemerintah berakhir. “DPR telah melakukan tugasnya dan memberikan suara untuk mendanai pemerintah,” ujar Johnson kepada ABC pada Minggu (19/10/2025).

Tantangan Politik yang Berlarut

Tidak hanya berdampak pada sektor keamanan, penutupan pemerintah juga menciptakan ketegangan politik yang semakin dalam. Partai Republik dan Partai Demokrat terus bersitegang dalam memperjuangkan kebijakan mereka masing-masing.

Beberapa upaya dilakukan oleh pihak-pihak tertentu untuk mencari titik temu, namun hasilnya masih sangat minim. Kedua partai tampaknya masih bersikeras pada pendirian masing-masing, sehingga menyebabkan penutupan terus berlanjut.

Di tengah situasi ini, masyarakat umumnya merasa khawatir karena dampak penutupan pemerintah terhadap layanan publik. Beberapa layanan seperti pengajuan dokumen, bantuan sosial, dan fasilitas kesehatan terganggu.

Pemerintah pusat dan lembaga-lembaga terkait terus mencari solusi yang dapat memulihkan situasi. Namun, sampai saat ini, belum ada tanda-tanda bahwa penutupan akan segera berakhir.

Peran Media dan Masyarakat

Media berperan penting dalam menyampaikan informasi terkini tentang krisis ini. Berita-berita yang diberikan oleh berbagai outlet media membantu masyarakat memahami situasi yang sedang terjadi.

Selain itu, masyarakat juga mulai merasa terlibat dalam isu ini. Banyak dari mereka yang mengecam tindakan politik yang terjadi dan meminta agar penutupan segera diakhiri.

Dengan begitu, penutupan pemerintah tidak hanya menjadi masalah politik, tetapi juga masalah sosial yang memengaruhi kehidupan rakyat secara langsung.

Kesimpulan: Mari kita kawal terus perkembangan isu ini. Suarakan aspirasi Anda dengan bijak di kolom komentar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar