1 Tahun Kemkomdigi: Kesenjangan Digital Menyempit, Konektivitas untuk Semua

1 Tahun Kemkomdigi: Kesenjangan Digital Menyempit, Konektivitas untuk Semua

Dunia gadget kembali dihebohkan dengan kabar terbaru. Sorotan publik kali ini tertuju pada 1 Tahun Kemkomdigi: Kesenjangan Digital Menyempit, Konektivitas untuk Semua yang menawarkan spesifikasi menarik. Berikut ulasan lengkapnya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Capaian Kementerian Komunikasi dan Digital dalam Satu Tahun

Dalam satu tahun terakhir, Kementerian Komunikasi dan Digital yang dipimpin oleh Meutya Hafid telah bekerja sama dengan Pemerintahan Prabowo-Gibran untuk memastikan ruang digital yang lebih aman, konektivitas yang merata, serta transformasi digital yang inklusif. Berbagai langkah strategis telah diambil untuk mendorong kemajuan di sektor ini.

Salah satu capaian utama adalah peningkatan Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) 2025 menjadi 44,53, meningkat dari angka 43,34 pada tahun 2024. Kenaikan ini menunjukkan percepatan transformasi digital di Indonesia dan semakin tingginya kemampuan masyarakat dalam mengadopsi teknologi digital.

Menkomdigi Meutya Hafid menyatakan bahwa angka tersebut bukan sekadar statistik, tetapi juga merupakan bukti nyata bahwa Indonesia bergerak menuju visi besar pemerintah digital 2045. Ia menjelaskan bahwa IMDI 2025 tidak hanya berfungsi sebagai alat evaluasi, tetapi juga menjadi kompas kebijakan dalam memandu pemerintah pusat dan daerah dalam menyusun program-program yang relevan.

Peningkatan Kecepatan Internet

Periode satu tahun terakhir menjadi masa transformatif bagi lanskap digital Indonesia. Data yang dirilis oleh Kemkomdigi menunjukkan hasil kerja keras yang sangat signifikan dan inklusif, salah satunya adalah peningkatan kecepatan internet.

Angka paling mencolok adalah lonjakan median kecepatan unduh nasional dari 17,5 Mbps pada tahun 2022 menjadi 30,5 Mbps di tahun 2025, atau peningkatan sebesar 74%. Peningkatan ini juga dialami pengguna di kelompok terbawah, yang naik lebih dari dua kali lipat dari 2,66 Mbps menjadi 5,69 Mbps.

Peningkatan ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, seperti siswa di desa terpencil yang dapat mengikuti kelas daring dengan lebih stabil, serta pelaku UMKM yang dapat mengunggah foto produknya tanpa kesulitan.

Penyebaran Kecepatan Internet di Berbagai Wilayah

Bila dilihat dari data per wilayah, semua wilayah mengalami peningkatan signifikan. Contohnya di Gorontalo, yang mengalami peningkatan paling tinggi secara persentase, hampir tiga kali lipat dari 3,18 Mbps menjadi 9,31 Mbps.

Di Maluku Utara, sebagai representasi Indonesia Timur, kecepatan internet di wilayah ini naik lebih dari 50%, dari 13,39 Mbps menjadi 20,49 Mbps. Angka 20 Mbps sudah cukup memadai untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital lokal.

Sementara itu, di Jakarta dan Bali, sebagai pusat ekonomi dan pariwisata, kedua wilayah ini mencatatkan kecepatan di atas 41 Mbps.

Jaringan 4G di Pusat hingga Wilayah 3T

Dengan jumlah penduduk sebanyak 280 juta dan 19.000 pulau, konektivitas seluler menjadi tulang punggung internet nasional. Untuk mewujudkan hal ini, Kemkomdigi terus membangun infrastruktur telekomunikasi 4G di seluruh Indonesia, termasuk di wilayah terpencil dan 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal).

Meutya Hafid dalam forum Leaders TalkX di Jenewa, Swiss beberapa waktu lalu menyampaikan bahwa pembangunan digital harus menjangkau seluruh warga negara tanpa terkecuali. “Konektivitas digital adalah hak semua orang, bukan hak istimewa segelintir kelompok. Internet harus hadir di pedesaan, perkotaan, hingga daerah terpencil,” ujar Meutya.

Target Konektivitas 2030 dan 2045

Meutya menargetkan bahwa pada tahun 2030, 90 persen populasi Indonesia bisa terkoneksi dengan internet. “Target kami, 90 persen populasi Indonesia terkoneksi dengan internet pita lebar pada 2030, dan 100 persen pada 2045. Ini bagian dari Visi Indonesia Digital 2045,” jelas Meutya.

Berdasarkan data yang dirilis Kemkomdigi, akses jaringan 4G sudah melampaui 90% wilayah permukiman di Indonesia, menunjukkan cakupan yang luas di pulau-pulau besar maupun kecil. Di Pulau Jawa angkanya mencapai 96,4%, di Bali dan Nusa Tenggara 95,2%.

Angka ini diperoleh dari dukungan 6.672 menara BTS Bakti di wilayah 3T, Palapa Ring dan Satelit SATRIA-1 serta kolaborasi publik antara swasta dengan operator besar.

Persiapan Menuju Era 5G

Pembangunan jaringan ini menjadi sesuatu yang berharga bagi masyarakat yang sebelumnya mungkin harus menempuh perjalanan berjam-jam hanya untuk mencari sinyal. Sambil memastikan fondasi 4G merata, Kemkomdigi juga mempersiapkan Indonesia untuk era berikutnya dengan teknologi 5G dengan pendekatan yang strategis dan realistis.

Perluasan 5G tidak dilakukan secara serampangan karena tantangan biaya investasi yang tinggi dan ketersediaan spektrum yang terbatas. Fokus utamanya adalah pada kawasan urban padat dan pusat-pusat ekonomi tinggi.

Di wilayah Bali dan Nusa Tenggara jaringan 5G melonjak signifikan dari 4,4% menjadi 17%. Sementara Jawa dan Sumatra menunjukkan pertumbuhan yang stabil di angka 6,5% dan 4,8%.

Satu tahun terakhir ini, data peningkatan kecepatan, perluasan jangkauan 4G, dan pemerataan akses antarwilayah bukanlah sekadar angka dalam laporan, melainkan cerminan dari terbukanya jutaan pintu peluang baru bagi masyarakat Indonesia. Infrastruktur digital yang merata ini akan menjadi pendorong utama ekonomi digital Indonesia yang diproyeksikan mencapai USD 2,8 triliun pada tahun 2040.

Transformasi digital bukan lagi sekadar tentang kecepatan internet, melainkan sebuah instrumen penting untuk mewujudkan pemerataan kesejahteraan dan berkurangnya kesenjangan digital di Indonesia.

Kesimpulan: Bagaimana pendapat Anda mengenai teknologi ini? Apakah sesuai ekspektasi Anda? Sampaikan opini Anda di kolom komentar di bawah.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar